Apa Maksud Bahasa yang Egaliter? Kesetaraan dan Inklusivitas

AKURAT.CO Bahasa yang egaliter adalah bahasa yang mempromosikan kesetaraan dan inklusivitas di antara semua individu.
Dalam konteks bahasa Indonesia, kesetaraan ini mencakup penggunaan kata-kata dan ungkapan yang tidak membedakan berdasarkan jenis kelamin, status sosial, atau latar belakang etnis.
Artikel ini akan membahas makna bahasa yang egaliter dan bagaimana kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan penjelasan dari Badan Bahasa Kemdikbud.
1. Menghormati Hak Asasi Manusia
Bahasa yang egaliter menghormati hak asasi manusia tanpa memandang perbedaan.
Contohnya, kita dapat menggunakan kata-kata yang netral dan tidak merujuk secara eksklusif pada jenis kelamin tertentu.
Misalnya, menggantikan “dia” dengan “orang tersebut” atau “seseorang.”
2. Menghindari Stereotip dan Diskriminasi
Bahasa yang egaliter menghindari penggunaan kata-kata yang dapat memperkuat stereotip atau diskriminasi.
Contohnya, menghindari menyebut pekerjaan tertentu hanya untuk satu jenis kelamin (misalnya, “dokter pria” atau “perawat wanita”).
3. Menggunakan Istilah yang Inklusif
Bahasa yang egaliter menggunakan istilah yang inklusif untuk merujuk pada semua orang.
Contohnya, menggantikan “ibu bapa” dengan “orang tua” atau “warga negara” dengan “rakyat.”
4. Menghargai Perbedaan Budaya dan Suku Bangsa
Bahasa yang egaliter menghormati keragaman budaya dan suku bangsa.
Contohnya, menghargai penggunaan bahasa daerah dan menghindari merendahkan atau mengolok-olok bahasa atau logat tertentu.
Kesimpulan
Menggunakan bahasa yang egaliter adalah langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan menghormati hak setiap individu.
Dengan memahami makna bahasa yang egaliter dan menerapkannya dalam komunikasi sehari-hari, kita dapat memperkuat nilai-nilai kesetaraan dan menghargai keragaman di masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






