Akurat

6 Cara Efektif Membangun Komunikasi dengan Anak Autisme agar Lebih Nyaman dan Terbuka

Eko Krisyanto | 3 Desember 2025, 08:45 WIB
6 Cara Efektif Membangun Komunikasi dengan Anak Autisme agar Lebih Nyaman dan Terbuka

AKURAT.CO Komunikasi sebagai kunci dalam membina hubungan yang sehat antara anak dan orang tua.

Namun, bagi anak dengan Autism Spectrum Disorder, proses komunikasi dapat lebih kompleks dan menantang.

Ada saatnya anak sulit untuk mengucapkan kata-kata, kurang atau tidak berbicara, atau kesulitan membaca isyarat nonverbal dari orang lain.

1. Pastikan Perhatian dan Ciptakan Lingkungan yang Mendukung

Sebelum memulai interaksi, penting bagi orangtua untuk memperoleh perhatian anak dengan memanggil nama anak, memastikan posisi sejajar mata, hindari gangguan lingkungan.

2. Gunakan Bahasa yang Sederhana, Visual dan Banyak Jeda

Anak dengan autisme sering kali lebih cepat memahami gambar atau visual daripada hanya kata-kata.

Oleh karena itu, gunakan kalimat pendek, sederhana, disertai gambar atau benda nyata.

3. Gunakan Alternatif Komunikasi untuk Anak yang Belum atau Sulit Berbicara

● Perangkat teknologi seperti tablet dengan aplikasi komunikasi atau sistem gambar seperti Picture Exchange Communication System.

● Bahasa isyarat asalkan orangtua/terapis memahami dan konsisten menggunakan.

● Latihan imitasi, menunjuk, memilih gambar, serta memperluas dari permintaan sederhana ke kalimat yang lebih kompleks.

4. Ajari Bahasa Tubuh dan Ekspresi Nonverbal

● Mengajarkan anak mengenali ekspresi wajah, gerakan tubuh, gestur sederhana.

● Bermain peran atau stimulasi sosial di mana anak belajar arti gerak-gerik seperti anggukan kepala berarti "ya" atau lambaikan tangan berarti "halo."

● Gunakan visual atau video yang memperlihatkan situasi sosial.

5. Ikuti Minat Anak dan Jadikan Aktivitas Nyata sebagai Kesempatan Komunikasi

● Biarkan anak memilih aktivitas lalu ikut aktif bersama mereka.
● Selama aktivitas, gunakan narasi sederhana seperti "kelincinya lari."

● Ambil kesempatan untuk meminta anak menunjuk/menyerahkan benda, atau memilih warna, supaya terjadi dialog dua arah.

6. Generalisasi dan Konsistensi: Latihan di Berbagai Tempat dan dengan Berbagai Orang

● Ajak anak berlatih menggunakan metode komunikasi di rumah, di taman, di sekolah, atau ruang bermain.

● Libatkan orang lain seperti guru, pengasuh, saudara, agar mereka mengerti sistem komunikasi yang digunakan anak.

● Konsistensi adalah kunci, gunakan metode yang sama, respon yang sama dari semua pihak untuk memperkuat.

Membangun komunikasi yang baik dengan anak autisme tentunya membutuhkan kesabaran, kreativitas dan konsistensi.

Dengan memperoleh perhatian anak, menggunakan bahasa visual dan sederhana, menyediakan alternatif komunikasi untuk anak nonspeaking, mengajarkan bahasa tubuh, mengikuti minat anak.

Serta melakukan latihan di berbagai tempat maka sebagai orang tua bisa menjadi teman komunikasi yang efektif bagi anak Anda.

Jika masih merasa bingung bagaimana memulai atau ingin mendapatkan panduan lebih jelas sesuai kondisi anak Anda, jangan ragu untuk:

1. Konsultasi dengan terapis wicara, terapis okupasi, atau ahli ABA.

2. Mencari komunitas orang tua yang memiliki anak autisme untuk berbagi pengalaman.

3. Menerapkan satu langkah kecil setiap hari, lalu evaluasi dan lanjutkan.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK