Apa itu Kode Etik Guru dan Fungsinya? Pedoman Perilaku Mulia dalam Menjalankan Profesi Mulia

AKURAT.CO Kode etik guru adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesinya sebagai pendidik, anggota masyarakat, dan warga negara.
Berdasarkan jurnal ilmiah "Kode Etik Guru Indonesia: Fondasi Moralitas dan Profesionalisme Guru" (2022) oleh Dr. H. M. Arifin, M.Pd., dan situs web Kemendikbud, berikut beberapa fungsi kode etik guru:
1. Pedoman Perilaku Guru:
Kode etik guru menjadi pedoman bagi guru dalam berperilaku dan bersikap dalam berbagai situasi.
Guru diharapkan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.
2. Melindungi Murid:
Kode etik guru melindungi murid dari tindakan yang tidak pantas dari guru. Guru dilarang melakukan tindakan yang dapat membahayakan fisik, mental, dan emosional murid.
3. Meningkatkan Kualitas Pendidikan:
Kode etik guru membantu meningkatkan kualitas pendidikan dengan memastikan bahwa guru selalu memberikan pembelajaran yang berkualitas dan profesional.
4. Menjaga Martabat Guru:
Kode etik guru menjaga martabat dan kehormatan profesi guru. Guru diharapkan selalu berperilaku dengan sopan dan santun, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.
5. Membangun Kepercayaan Masyarakat:
Kode etik guru membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap profesi guru. Masyarakat akan lebih percaya kepada guru yang selalu berperilaku dan bersikap sesuai dengan kode etik.
Kesimpulan:
Kode etik guru adalah pedoman penting bagi guru dalam menjalankan profesinya. Kode etik guru membantu guru untuk berperilaku dan bersikap dengan cara yang mulia dan profesional, sehingga dapat melindungi murid, meningkatkan kualitas pendidikan, menjaga martabat guru, dan membangun kepercayaan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







