Seskab Teddy Mendengar dan Peduli, Fasilitasi Siswa Sekolah Rakyat Periksa Kesehatan Mata

AKURAT.CO Harapan Rizki Saputra Gonzales, 14 tahun, untuk mendapatkan pemeriksaan atas keluhan pada matanya akhirnya terpenuhi. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi Gonzales setelah keduanya bertemu di Sekolah Rakyat PPI Curug, Tangerang.
Dalam pertemuan tersebut, Gonzales sempat menyampaikan kondisinya kepada Seskab Teddy. Perhatian itu kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan terhadap kondisi matanya.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan tindak lanjut tersebut menunjukkan bahwa perhatian kepada anak-anak Sekolah Rakyat tidak berhenti pada pertemuan dan percakapan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Medan Rampung, Kapasitas Capai 1.080 Siswa
"Pak Seskab mendengar apa yang disampaikan Gonzales, termasuk keluhan mengenai matanya. Alhamdulillah sekarang sudah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan. Ini bentuk kepedulian yang nyata," kata Gus Ipul, Rabu (23/9/2026).
Gonzales hanyalah salah satu contoh. Dalam berbagai kesempatan, Seskab Teddy juga memberikan perhatian dan bantuan secara langsung kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat lainnya yang memiliki kebutuhan berbeda-beda.
Saat ini Gonzales tengah mengikuti pembelajaran kesetaraan, sekaligus menjalani proses rehabilitasi di Sentra Handayani Kementerian Sosial. Proses tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum nantinya Gonzales mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Menurut Gus Ipul, tidak semua anak harus langsung masuk ke Sekolah Rakyat. Setiap anak terlebih dahulu menjalani asesmen untuk melihat kondisi dan kebutuhannya.
Baca Juga: Kepala Sekolah Rakyat Diminta Perkuat SOP, Cegah Potensi Perundungan hingga Intoleransi
"Anak-anak ini datang dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda. Ada yang bisa langsung mengikuti pendidikan, ada yang perlu direhabilitasi dan didampingi lebih dulu, termasuk dari sisi psikologis. Setelah siap, baru kita arahkan masuk Sekolah Rakyat," ujarnya.
Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan ruang kelas, tetapi memastikan setiap anak siap secara fisik, psikologis, sosial, dan akademik untuk menjalani pendidikan.
"Kita tidak ingin sekadar memasukkan anak ke sekolah. Kalau perlu dipulihkan dulu, kita pulihkan. Kalau ada masalah kesehatan, kita tangani. Kalau perlu pendampingan psikologis, kita dampingi. Setelah siap, mereka bisa belajar dan mengejar cita-citanya dengan lebih baik," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini







