Akurat Logo

Lebih dari 44 Ribu Anak dari Keluarga Miskin Dapat Pendidikan Gratis

Moehamad Dheny Permana | 18 September 2026, 14:30 WIB
Lebih dari 44 Ribu Anak dari Keluarga Miskin Dapat Pendidikan Gratis
Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo. - foto: instagram/pemkab.kulon progo

AKURAT.CO Pemerintah memastikan lebih dari 44.000 anak dari keluarga miskin jenjang SD, SMP, hingga SMA, kembali mendapat akses pendidikan berkualitas secara gratis.

Langkah ini menegaskan komitmen negara, agar tingkat ekonomi orang tua tidak lagi menjadi penghalang bagi masa depan dan cita-cita anak Indonesia.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial, Devi Deliani, menyampaikan bahwa perluasan program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Baca Juga: BGN: Sekolah Boleh Tolak MBG yang Tak Penuhi Standar Keamanan

"Program ini menjangkau 182 sekolah, melonjak signifikan dari 166 titik dan lebih dari 14.700 peserta didik di tahun pertama. Ini adalah komitmen negara untuk terus memperluas jangkauan agar anak-anak yang selama ini tidak tertampung bisa kembali duduk di bangku sekolah," ujar Devi, Jumat (18/9/2026).

Guna memastikan bantuan menyasar kelompok yang paling rentan, penentuan penerima manfaat dilakukan melalui mekanisme ketat berbasis data terpadu nasional.

"Setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan sistem ini, bantuan negara dipastikan sampai tepat pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar angka di atas kertas," tegasnya.

Baca Juga: Aturan PIP 2026 Tak Lagi Sama, Ini Perubahan yang Perlu Diketahui Siswa dan Sekolah

Selain kepastian pembebasan biaya, pemerintah juga mempercepat penyiapan sarana dan prasarana penunjang belajar mengajar. Gedung permanen kini telah rampung di 93 titik dan mulai beroperasi sejak pertengahan Juli hingga awal September ini.

Pembangunan fisik yang masif ini berfokus agar semakin banyak anak dapat segera mengecap pembelajaran di fasilitas yang setara dengan sekolah unggulan tanpa harus menunggu lebih lama.

Melalui sinergi perluasan jangkauan, ketepatan data target, dan penyediaan infrastruktur yang memadai, pemerintah optimistis hak atas pendidikan yang layak dan berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.