127,3 Hektare Wilayah Malaysia di Pulau Sebatik Kini Jadi Milik Indonesia

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara. Komitmen tersebut juga tercantum dalam salah satu dari tujuh belas program prioritas Presiden, yaitu penguatan pertahanan dan keamanan negara dan pemeliharaan hubungan internasional yang kondusif.
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengatakan, salah satu upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, yaitu pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
Sejak Desember 2016 hingga Oktober 2024, Indonesia telah membangun dan meresmikan 15 PLBN dari 18 PLBN yang diinstruksikan untuk dibangun. Di antaranya, PLBN Entikong (Kalimantan Barat), PLBN Mota'ain (Nusa Tenggara Timur), PLBN Badau (Kalimantan Barat), PLBN Aruk (Kalimantan Barat).
Kemudian PLBN Motamasin (Nusa Tenggara Timur), PLBN Wini (Nusa Tenggara Timur), PLBN Skow (Papua), PLBN Serasan (Kepulauan Riau), PLBN Jagol Babang (Kalimantan Barat), PLBN Long Nawang (Kalimantan Utara), PLBN Labang (Kalimantan Utara), PLBN Sebatik/Sel Nyamuk (Kallimantan Utara), PLBN Napan (Nusa Tenggara Timur), PLBN Yetetkun (Papua Selatan), dan PLBN Sota (Papua Selatan).
Qodari mengatakan, percepatan penanganan dampak penyelesaian penegasan batas darat wilayah negara Indonesia dan Malaysia di Pulau Sebatik telah selesai dilakukan.
"Penyelesaian penegasan batas di Pulau Sebatik merupakan wujud nyata keberhasilan diplomasi damai yang memperkuat kedaulatan teritorial Indonesia," ujar Qodari dalam sesi konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Dengan disepakatinya garis batas baru di Sebatik, wilayah seluas 127,3 hektare yang pada batas lama merupakan bagian dari Malaysia kini sah menjadi wilayah Indonesia. Sementara itu, hanya 4,0 hektare dari wilayah pada batas lama Indonesia yang kini menjadi bagian dari Malaysia.
Sementara tiga PLBN yang akan dibangun, yaitu PLBN Sel Kelik (Kalbar), PLBN Oepoli (NTT) dan PLBN Long Midang (Kaltara). Adapun, pagu anggaran penetapan untuk operasionalisasi 15 PLBN tahun 2026 adalah Rp88 Miliar, dari sekitar Rp469 miliar anggaran BNPP guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pengelolaan kawasan perbatasan.
Pada kesempatan itu, Qodari juga memaparkan dampak sosial ekonomi program PLBN. Pada tahun 2025, lebih dari 2,4 Juta orang melintas melalul 15 PLBN, dan nilal perdagangan mencapai Rp13,5 Triliun.
Beberapa PLBN seperti PLBN Entikong, PLBN Mota’ain, dan PLBN Skouw menjadi PLBN dengan frekuensi lalu lintas dan nilai perdagangan tertinggi dalam 4 (empat) tahun terakhir
"Pemerintah berkomitmen penuh memastikan bahwa kehadiran negara dirasakan oleh warga yang terdampak pergeseran batas ini. Percepatan ganti kerugian dan perlindungan hak-hak masyarakat menjadi prioritas utama agar tidak ada warga negara yang dirugikan secara sosial maupun ekonomi akibat penegasan batas negara tersebut," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Aspirasi Buruh Berujung Solusi, DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan
- 10Kode 'DPR Minta Kopi' Muncul di Sidang Korupsi Kuota Haji







