Reformasi Pendidikan, Prabowo Target Renovasi 300 Ribu Sekolah dalam 5 Tahun

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi besar-besaran di sektor pendidikan, mulai dari perbaikan infrastruktur sekolah hingga digitalisasi pembelajaran secara nasional.
Dia menegaskan, pemerintah tengah mempercepat program renovasi sekolah dengan target 300 ribu unit dalam lima tahun ke depan.
"Saya sedang melaksanakan perbaikan fisik sekolah-sekolah. Tahun lalu kita hanya mampu 17 ribu sekolah. Tahun ini 70 ribu sekolah. Tahun depan saya ingin naik 90 ribu sekolah. Lima tahun saya ingin selesaikan 300 ribu sekolah," ujar Prabowo dalam dialog bersama pakar, dikutip Senin (23/3/2026).
Baca Juga: Siswa Wajib Tahu! Ini Jadwal Masuk Sekolah Setelah Libur Lebaran 2026
Selain perbaikan fisik, pemerintah juga melakukan transformasi sistem pembelajaran melalui digitalisasi di seluruh sekolah di Tanah Air. Prabowo mengatakan, telah mendistribusikan lebih dari 288 ribu unit papan pintar interaktif (Interactive Flat Panel) sampai ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Perangkat tersebut dilengkapi dengan materi pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami pelajaran secara lebih interaktif. "Di tiap interactive ini ada software yang kita isi, hampir semua silabus pelajaran ada di situ. Jadi habis satu kelas pelajaran, kalau guru ingin ulangi, ada," ujarnya.
Baca Juga: Pasbata Beri Bantuan dan Dukungan untuk Bocah di Gunungkidul yang Putus Sekolah demi Rawat Orang Tua
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sistem pengajaran terpusat untuk mengatasi ketimpangan kualitas guru di berbagai daerah.
"Nanti kita punya studio, guru-guru terbaik akan ngajar di sekolah yang tidak ada guru matematika, yang tidak ada guru bahasa Inggris, dia dapat pelajaran. Dan Interactive, kita bisa monitor di kelas," jelasnya.
Presiden menegaskan, reformasi pendidikan ini merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tengah perkembangan teknologi global. Menurutnya, pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








