Prabowo Ultimatum BUMN dan Danantara: Jangan Ada Laporan Palsu Hanya untuk Menyenangkan Saya

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengultimatum seluruh pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan jajaran manajemen Danantara, agar tidak bermain-main dengan laporan keuangan.
Dia tidak ingin lagi menerima laporan yang dimanipulasi atau dibuat sekadar menyenangkan pimpinan. Menurutnya, praktik semacam itu justru merusak tata kelola perusahaan negara.
"Saya minta jangan main-main lagi dengan saya. Jangan ada laporan palsu, laporan yang hanya menyenangkan supaya bisa akal-akalan," kata Prabowo dalam acara tasyakuran HUT ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Prabowo Bangga dengan Prestasi Setahun Danantara, Return on Asset Naik 300 Persen
Dia mengatakan, peringatan tersebut disampaikan secara terbuka karena Danantara memegang tanggung jawab besar dalam mengelola kekayaan negara. Lembaga ini merupakan konsolidasi dari berbagai aset strategis yang dimiliki bangsa Indonesia.
"Danantara adalah daya anagata nusantara. Daya berarti kekuatan atau energi, anagata adalah masa depan. Jadi lembaga ini harus menjaga dan mengelola kekuatan bangsa kita untuk masa depan," ujarnya.
Presiden juga menekankan bahwa pengelolaan aset negara membutuhkan integritas serta kemauan politik yang kuat. Menurutnya, manajemen yang baik tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada niat yang benar dari para pengelolanya.
Meski memberikan imbauan tersebut, Prabowo mengaku cukup puas dengan kinerja Danantara selama satu tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa laporan awal yang diterimanya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan aset.
"Saya dapat laporan dan saya cukup gembira. Return on assets pada 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya naik lebih dari 300 persen," katanya.
Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa konsolidasi manajemen yang dilakukan melalui Danantara mulai menunjukkan hasil. Dia menilai, langkah menyatukan pengelolaan berbagai perusahaan negara di bawah satu kendali merupakan keputusan yang tepat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Wakafkan 70 Ribu Al-Qur’an untuk Korban Bencana di Sumatera
Prabowo juga menyoroti kompleksitas pengelolaan BUMN yang selama ini tersebar di berbagai entitas. Dia mengaku baru mengetahui bahwa jumlah perusahaan yang terkait dengan BUMN bisa mencapai lebih dari seribu entitas.
"Tidak ada pelajaran manajemen di mana pun di dunia yang mengatakan satu manajemen bisa mengelola seribu entitas sekaligus," ujarnya.
Karena itu, Prabowo menegaskan bahwa konsolidasi melalui Danantara bertujuan menciptakan sistem pengelolaan yang lebih terarah, efisien, dan akuntabel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 2Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 5Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








