KUHP dan KUHAP Baru Bikin Reformasi Polri dan Penegakan Hukum Berjalan Lebih Cepat

AKURAT.CO Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menilai reformasi Polri dan penegakan hukum berjalan lebih cepat, sejak diberlakukannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.
Menurutnya, meski baru berjalan lebih dari satu bulan, penerapan KUHP dan KUHAP baru sudah menunjukkan dampak konkret di lapangan. Salah satunya, terlihat dari penghentian sejumlah perkara pidana yang dinilai tidak memenuhi rasa keadilan.
"Baru sebulan lebih KUHP dan KUHAP baru berlaku, kita sudah melihat dan merasakan langsung manfaat baiknya, yakni berjalannya dengan cepat reformasi Polri dan penegakan hukum secara umum," kata Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: KUHAP Baru Perketat Kontrol Polisi, Masyarakat Punya Ruang Awasi Penegakan Hukum
Dia mencontohkan, penghentian perkara pidana terhadap seorang guru di Jambi yang sempat diproses hukum karena mencukur rambut muridnya. Kasus tersebut dihentikan setelah Komisi III DPR RI menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU), dan merekomendasikan penghentian perkara berdasarkan ketentuan KUHP dan KUHAP baru.
Selain itu, kasus Hogi Minaya di Sleman juga dihentikan berdasarkan Pasal 60 huruf m KUHAP baru. Hogi diketahui merupakan korban penjambretan yang justru sempat ditetapkan sebagai tersangka karena pelaku jambret tewas akibat kecelakaan saat melarikan diri.
"KUHP dan KUHAP baru mengandung banyak nilai reformis yang mendorong aparat penegak hukum, termasuk Polri, untuk lebih mengedepankan keadilan substantif," ujarnya.
Dia optimistis, dengan berlakunya regulasi baru tersebut, reformasi Polri akan terus berjalan dan semakin cepat ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 3KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 4Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 7Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 8Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









