BNN Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,39 Triliun untuk Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba

AKURAT.CO Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Suyudi Ario Seto, mengusulkan penambahan anggaran untuk memperkuat efektivitas program pencegahan dan pemberantasan narkotika di seluruh wilayah Indonesia.
Dia menyampaikan, BNN mengajukan penyesuaian postur anggaran dengan total tambahan sebesar Rp1,39 triliun yang diarahkan sepenuhnya untuk mempertajam program prioritas, khususnya dalam menekan laju penyalahgunaan narkotika di kelompok usia rentan.
"Kami juga bermaksud mengusulkan penyesuaian postur anggaran BNN yang berdampak nasional, dengan total tambahan anggaran sebesar Rp1,39 triliun. Penyesuaian ini kami arahkan sepenuhnya untuk menanjamkan program. Agar setiap rupiah benar-benar bekerja untuk menekan laju pertumbuhan penyalahgunaan narkotika, terutama pada kelompok usia rentan," ujar Suyudi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: BNN: Penyebaran Narkoba Kini Masuk Desa, Tambang, hingga Pelosok Pantai
Dengan adanya penambahan tersebut, total usulan pagu anggaran BNN untuk tahun anggaran 2026 meningkat signifikan menjadi Rp2,9 triliun.
Penyesuaian anggaran ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan program strategis BNN, memperkuat layanan kepada masyarakat, serta memastikan pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan narkoba tetap berjalan efektif secara nasional.
"Penyesuaian ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan program strategis BNN, perkuat layanan kepada masyarakat, serta memastikan pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan narkoba tetap berjalan efektif secara nasional," ujarnya.
Baca Juga: Rudianto Lallo Apresiasi Keberanian BNN Bongkar Kampung Narkoba di Jakarta
Sebagai bagian dari rencana strategis ke depan untuk memperluas jangkauan dan dampak Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), BNN juga menyiapkan program sosialisasi bahaya narkoba secara masif pada tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Suyudi turut mengajak pimpinan dan anggota Komisi III DPR untuk terlibat langsung dalam upaya pencegahan narkoba di daerah pemilihan masing-masing.
"Dengan melibatkan bapak ibu pimpinan dan seluruh anggota Komisi III DPR RI sekalian untuk turun langsung dan aktif berpartisipasi bersama BNN, memberikan penyuluhan bahaya narkoba kepada masyarakat di wilayah atau daerah pemilihan dapil masing-masing," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







