Perbedaan Standalone Market, Emerging Market, dan Frontier Market

AKURAT.CO Pasar saham setiap negara memiliki karakteristik berbeda, mulai dari ukuran pasar, likuiditas, hingga kemudahan investor asing untuk berinvestasi. Perbedaan ini menjadi salah satu pertimbangan investor sebelum menanamkan modal.
Dikutip dari berbagai sumber, Morgan Stanley Capital International (MSCI) merupakan salah satu penyedia indeks saham global yang mengelompokkan pasar berdasarkan sejumlah kriteria. Tiga kategori yang kerap menjadi sorotan adalah Emerging Market, Frontier Market, dan Standalone Market.
Baca Juga: MSCI Beri Tenggat hingga Juni 2027, Apa Saja yang Harus Dibenahi Pasar Saham RI?
1. Emerging Market, Pasar Berkembang yang Dilirik Investor Global
Emerging Market atau pasar berkembang merupakan kategori bagi negara yang pasar sahamnya memenuhi kriteria MSCI terkait ukuran dan likuiditas saham serta aksesibilitas bagi investor internasional.
Pasar dalam kategori ini umumnya sudah memiliki aktivitas perdagangan yang berkembang dan menjadi bagian dari berbagai strategi investasi global.
Contoh negara yang masuk kategori Emerging Market antara lain Indonesia, China, India, Brasil, dan Malaysia. Namun, klasifikasi dapat berubah mengikuti evaluasi MSCI.
Indonesia masih tercatat sebagai Emerging Market. Namun, pada Oktober 2026, MSCI membuka konsultasi atas usulan perubahan status Indonesia menjadi Standalone Market.
2. Frontier Market, Pasar yang Masih Berkembang
Frontier Market atau pasar perbatasan merupakan kategori bagi pasar saham yang masih berada pada tahap perkembangan lebih awal dibandingkan pasar berkembang.
Pasar dalam kategori ini umumnya memiliki ukuran atau likuiditas yang lebih terbatas. Meski demikian, investor tetap dapat menemukan peluang investasi, bergantung pada kondisi masing-masing negara.
Contoh negara yang masuk kategori Frontier Market MSCI antara lain Vietnam, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, dan Kenya.
Status tersebut bukan berarti semua negara di dalamnya memiliki kondisi ekonomi yang sama. Klasifikasi MSCI lebih berfokus pada karakteristik pasar saham dan aksesibilitas investasi.
3. Standalone Market, Kategori Pasar Saham Tersendiri
Standalone Market merupakan kategori tersendiri bagi pasar saham yang tidak dimasukkan ke dalam kelompok Developed Market, Emerging Market, maupun Frontier Market.
Menurut kerangka MSCI, kategori ini dapat mencakup pasar yang baru memenuhi syarat untuk dinilai maupun pasar yang sebelumnya masuk kategori lain, tetapi mengalami perubahan kondisi aksesibilitas atau ukuran dan likuiditas.
Contoh negara atau pasar yang masuk kategori Standalone Market MSCI antara lain Zimbabwe, Palestina, Nigeria, Ukraina, Bosnia-Herzegovina, dan Jamaika.
Karena itu, status Standalone Market tidak otomatis berarti kondisi ekonomi suatu negara lebih buruk. Kategori ini menunjukkan posisi pasar saham tersebut dalam sistem klasifikasi MSCI.
Baca Juga: Modal Asing Rp2,946 Triliun Kabur dari Pasar Saham RI dalam Sepekan
4. Apa Perbedaan Utama Ketiganya?
Secara sederhana, Emerging Market merupakan kategori pasar berkembang, Frontier Market mencakup pasar yang masih berada pada tahap perkembangan lebih awal, sedangkan Standalone Market merupakan kategori tersendiri di luar kedua kelompok tersebut.
Klasifikasi ini penting karena dapat memengaruhi penyusunan indeks dan strategi investasi global. Jika status suatu negara berubah, investor yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan mungkin perlu menyesuaikan portofolionya.
ketiga kategori tersebut membantu investor memahami karakteristik pasar saham suatu negara. Namun, status pasar tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran untuk menilai kondisi ekonomi atau potensi investasi suatu negara.
Primandha Rachma Auzia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








