Kurikulum Sekolah Garuda Masih Digodok, Memuat Inkubator Pemimpin hingga Pengabdian Masyarakat

AKURAT.CO Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) masih menggodok kurikulum yang akan diterapkan dalam program Sekolah Garuda Transformasi.
Staff Khusus Menteri Diktisaintek Bidang Pemerintahan dan Akuntabilitas, Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie, mengatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi dan akan memperkaya kurikulum yang sudah berjalan di Sekolah Garuda Transformasi.
"Tentunya kan kita tidak mungkin kemudian menghilangkan kurikulum yang sudah ada, karena itu menjadi ketentuan standar nasional pendidikan. Nah saat ini sedang dirancang kurikulum pengayaan, yang seperti tadi untuk bisa memuat tiga pilar tadi," kata Tjitjik kepada awak media, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga: Cetak Talenta di Bidang STEM, Sekolah Garuda Jadi Katalisator Transformasi Pendidikan Nasional
Dia menjelaskan, kurikulum Sekolah Garuda nantinya akan memuat tiga pilar utama. Pertama, terkait dengan akses pendidikan yang memungkinkan seluruh anak bangsa untuk berprestasi.
"Pilar yang kedua bahwa Sekolah Garuda Transformatif itu harus sebagai inkubator pemimpin bangsa. Dan yang ketiga bahwa proses pelaksanaannya dengan ini terintegrasi dengan pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Kurikulum tersebut ditargetkan rampung dan akan diterapkan secara menyeluruh pada tahun depan, bersamaan dengan kehadiran Sekolah Garuda Baru.
Sebagai informasi, program Sekolah Garuda memiliki dua skema, yaitu Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Garuda Baru. Sekolah Garuda Transformasi merupakan Sekolah yang sebelumnya sudah ada dan menjadi sekolah unggulan. Sementara Sekolah Garuda Baru merupakan sekolah yang dibangun pemerintah mulai dari nol.
"Nah (kurikulum) ini sedang digodok dan harapannya itu sudah mulai diterapkan bersama-sama dengan Sekolah Garuda Baru pada tahun 2026," ucapnya.
Untuk sementara ini, Kementerian Diktisaintek akan memberikan pelatihan kepada guru-guru Sekolah Garuda Transformasi, agar bisa memuat dan menerapkan tiga pilar tersebut secara bertahap.
"Tentunya pasti nanti akan ada pelatihan-pelatihan kepada guru-guru. Bagaimana kemudian menginsert-kan tiga pilar tersebut ke dalam kurikulum yang sudah ada," ungkapnya.
Sebagai informasi, pemerintah telah melakukan pengenalan Sekolah Garuda scara serentak di 16 titik. Pengenalan Sekolah Garuda tersebut terdiri atas 12 titik Sekolah Garuda Transformasi dan 4 titik lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru.
Hingga 2029, pemerintah menargetkan membina 80 sekolah untuk Sekolah Garuda Transformasi. Sedangkan untuk Sekolah Garuda Baru, target yang dicanangkan adalah membangun 20 sekolah hingga 2029.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








