Harga di Daerah Belum Stabil, Intervensi Stok Beras Penting untuk Kendalikan Inflasi

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pentingnya intervensi stok beras sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Menurutnya, persoalan beras yang kini menjadi tantangan utama dalam pengendalian inflasi.
"Kita perlu waspada betul adalah beras. Meski produksi nasional mencapai sekitar 30 juta ton dengan cadangan di Bulog sekitar 4 juta ton, menurutnya langkah intervensi tetap harus digencarkan," kata Tito, dikutip Rabu (27/8/2025)
Berdasarkan, data perkembangan harga di daerah menunjukkan situasi yang belum sepenuhnya stabil. Dari 514 kabupaten/kota, sebanyak 233 daerah sempat mengalami kenaikan harga beras.
Baca Juga: Bulog Pastikan Penyaluran Beras Impor Terapkan Sistem FIFO
Intervensi yang dilakukan pemerintah berhasil menurunkan jumlah itu menjadi 191 daerah, namun belakangan kembali meningkat menjadi sekitar 193 hingga 200 daerah.
"Artinya apa? Persoalannya, ini kita perlu genjot lagi untuk intervensi beras," ujarnya.
Salah satu bentuk intervensi yang tengah dilakukan pemerintah, yakni melalui beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Beras ini dikemas dalam paket kantong lima kilogram dengan harga Rp60 ribu, atau sekitar Rp12 ribu per kilogram.
Harga tersebut masih berada di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp12.500 per kilogram, sehingga konsumen tetap dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.
Namun, dia menekankan bahwa kebijakan ini tidak boleh berhenti pada langkah sesaat. "Ini gerakan temporer, harus ada gerakan yang lebih berkesinambungan," jelasnya.
Baca Juga: Penertiban Beras Oplosan Bikin Stok Beras Premium di Supermarket Langka, Pemerintah Tak Antisipatif?
Karena itu, dia mendorong agar beras SPHP lebih banyak digelontorkan ke pasar rakyat. Menurutnya, pasar perlu dibanjiri dengan beras SPHP agar harga tetap stabil dan tidak kalah bersaing dengan beras lainnya yang cenderung naik.
Mendagri apresiasi atas terselenggaranya Gerakan Pangan Murah di Kendari. Dia berharap, kegiatan ini dapat menjaga stabilitas pangan di seluruh Sulawesi Tenggara, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Saya doakan dengan acara ini, insyaallah pangan bisa terkendali di seluruh, seluruh Sulawesi Tenggara, seluruh kabupaten dan kota yang ada," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







