Anggaran Pendidikan 2026 Naik, Bukti Komitmen Pemerintah Sambut Generasi Emas

AKURAT.CO Arah kebijakan anggaran pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, menunjukkan komitmen pemerintah yang semakin tepat sasaran dan lebih efektif.
Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, mengatakan hal ini menjadi cermin bahwa Presiden Prabowo Subianto benar-benar ingin meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.
"Jika kita lihat dalam formasi APBN tahun 2026 porsi anggaran pendidikan pada RAPBN 2026 tetap 20 persen, namun jumlahnya meningkat menjadi Rp757,8 triliun," ujar Iwan dalam keterangannya, Senin (18/8/2025).
Baca Juga: Polteknaker Perluas Akses Pendidikan, Bidik Akreditasi Unggul Internasional
"Dengan anggaran tersebut, Presiden Prabowo Subianto berencana meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, kompetensi guru dan dosen, hingga jumlah penerima beasiswa LPDP 2026," tambahnya.
Dia menjelaskan, meskipun sebanyak Rp335 triliun dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), manfaat utama anggaran pendidikan tidak berkurang. Sebaliknya, banyak yang justru meningkat.
"Misalnya, terkait Dana BOS yang justru naik dari Rp59,2 triliun menjadi Rp64,3 triliun. Jadi sekolah masih bisa beroperasi seperti biasa. Selain itu, Program Indonesia Pintar (PIP) warisan Presiden Jokowi juga masih dipertahankan. Anggarannya juga naik dari 20,3 juta penerima manfaat menjadi 21,1 juta penerima manfaat," jelasnya.
Dia menambahkan, kesejahteraan guru dan dosen juga ikut terdongkrak dalam RAPBN 2026.
"Anggarannya juga naik jadi Rp178,7 triliun untuk guru, dosen, dan tenaga kependidikan. Tenaga pengajar Non-PNS yang sudah sertifikasi bisa dapat tunjangan meskipun bukan ASN, sekitar Rp19,2 triliun untuk 754.747 guru," tutur Iwan.
Baca Juga: Komisi X DPR: Pidato Prabowo Peta Visioner Memajukan Pendidikan Indonesia
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan dana ekstra untuk masyarakat yang sangat tidak mampu melalui pembangunan Sekolah Rakyat di 200 lokasi. MBG sendiri akan menjangkau 82,9 juta penerima, mayoritas siswa dari keluarga menengah ke bawah.
Menurutnya, strategi ini merupakan upaya menyeluruh yang dimulai dari pemenuhan kebutuhan gizi siswa hingga peningkatan fasilitas pendidikan dan kualitas tenaga pengajar.
"Sehingga pada hilirnya nanti diharapkan terbentuk generasi yang mencerminkan generasi emas, sebagaimana target pemerintah akan diwujudkan pada tahun 2045 nanti," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








