Marak Kasus Bullying di Lingkungan Sekolah, DPR Desak Pemerintah Perkuat Pengawasan

AKURAT.CO Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan pentingnya pengawasan ketat di lingkungan pendidikan untuk mencegah maraknya kasus perundungan (bullying), yang belakangan sering viral di media sosial.
Dia menekankan, sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak, bukan justru tempat munculnya ketakutan dan kekerasan psikologis.
"Kita sangat mengharapkan sekolah itu menjadi satu lingkungan yang aman dan memberikan kenyamanan bagi setiap orang. Termasuk ketenangan bagi orang tua yang menitipkan anaknya di sekolah," ujar Hetifah, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Dia menjelaskan, Komisi X DPR RI sudah sejak lama memberikan peringatan kepada pemerintah, khususnya pada era mantan Menteri Nadiem Makarim.
Baca Juga: Sekolah Unggulan Penting untuk Penuhi Hak Pendidikan Bermutu bagi Setiap Anak
Pemerintah saat itu merespons dengan menerbitkan peraturan menteri dan membentuk satuan tugas anti-bullying, yang berlaku tidak hanya di sekolah, tapi juga di kampus-kampus. Namun kasus-kasus bullying masih terus terjadi, bahkan tidak hanya melibatkan sesama siswa.
"Realitanya masih juga terjadi, bukan saja antara murid dengan murid tapi kadang juga melibatkan pelaku lain seperti guru. Atau antar sesama guru pun bisa saling membully," jelasnya.
Selain pengawasan sosial yang aktif dari semua pihak, para guru juga harus dibekali pemahaman mengenai bimbingan dan konseling dalam pendidikan profesi mereka.
"Guru BK itu bukan guru killer yang ditakuti. Tapi justru harus jadi tempat anak-anak bisa mengemukakan persoalan mereka," ujarnya.
Dia berharap, dengan perbaikan regulasi dan peningkatan kapasitas SDM guru, kasus perundungan bisa ditekan bahkan dihilangkan. "Mudah-mudahan tingkat bullying ini bisa kita cegah semaksimal mungkin dan kita hilangkan," tutup Hetifah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






