Swasembada Lebih Cepat dari Target, Mentan Harap Tak Ada Impor Beras Tahun Ini

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan optimisme terhadap ketahanan pangan nasional, khususnya dalam mewujudkan swasembada beras tanpa impor pada tahun ini.
"Target dari Bapak Presiden, awal rencana kita swasembada empat tahun, kemudian tiga tahun. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada impor," kata Amran di Jakarta, dikutip Selasa (3/6/2025)
Dia juga mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini telah mencapai lebih dari 4 juta ton. Angka ini menjadi capaian tertinggi dalam 57 tahun, di mana stok beras nasional pernah mencapai 3 juta ton pada tahun 1984.
Baca Juga: Cadangan Beras Cetak Rekor, Amran: Petani Kini Nikmati Harga Lebih Menguntungkan
Selain stok beras, Mentan turut memaparkan capaian nilai tukar petani (NTP) yang menunjukkan tren positif. Dukungan anggaran dari Kementerian Keuangan ditargetkan menghasilkan NTP sebesar 110. Sementara pada bulan Mei, menurutnya NTP naik menjadi 121.
"Jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu pada bulan yang sama, 116," kata Mentan.
Sebagai bagian dari penguatan daya beli masyarakat dan stabilisasi harga, pemerintah menyiapkan bantuan sosial berupa beras sebanyak 180 ribu ton per bulan selama dua bulan dengan total 360 ribu ton. Bantuan tersebut akan difokuskan pada wilayah nonpenghasil beras dan daerah perkotaan.
"Seperti Papua, Maluku, dan seterusnya. Kita distribusi ke sana bisa sekaligus dua bulan. Kemudian yang kedua adalah daerah perkotaan yang juga tidak menghasilkan beras," paparnya.
Baca Juga: Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Mentan Amran: Berkat Arahan Presiden Prabowo
Sementara untuk daerah penghasil, khususnya di Pulau Jawa, menurut Mentan harus tetap dilindungi. Dia pun menegaskan, pentingnya menjaga keseimbangan harga agar dapat menguntungkan petani tanpa membebani konsumen.
"Ini strategi kita lakukan untuk menjaga harga di tingkat petani tetap baik, juga di tingkat konsumen tetap baik," lanjutnya.
Amran memastikan, stok pangan nasional tetap dalam kondisi aman. Selain itu, penyerapan gabah dari petani diperkirakan bisa mencapai 400 hingga 500 ribu ton pada bulan ini.
"Karena yang kita akan keluarkan hanya 360 ribu ton dan kemungkinan bulan ini, serapannya bisa 400-500 ribu ton," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







