Keberhasilan UMKM Tak Cukup dari KUR, Perlu Ada Pembinaan Bisnis

AKURAT.CO Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengatakan bahwa pemerintah dengan segala upaya sudah menyiapkan karpet merah untuk pengusaha UMKM, melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dia mengatakan, program KUR menawarkan bunga rendah, sebab ada subsidi pemerintah terhadap perbankan yang menjadi mitra program. Kendati begitu, dia tak memungkiri bahwa ada yang berhasil dan tidak dalam berusaha.
"Saya kembalikan, saya sampaikan bahwa yang tidak berhasil semuanya tergantung kembali kepada nasabah. Artinya, kalau misalnya ada yang tidak berhasil, kita evaluasi, nah di situ kita masuk ke program pembinaan," ucap Maman, dikutip Sabtu (31/5/2025).
Baca Juga: Digitalisasi Pasar Tradisional Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Global
Kementerian UMKM bersama bank penyalur KUR memiliki program pembinaan, tergantung dari kebutuhan masing-masing penerima KUR. Antara lain, pelatihan manajemen keuangan, akses pasar, atau biaya renovasi dan lain sebagainya.
"Kita ingin semakin banyak testimoni dari masyarakat. Jadi, tidak hanya sekadar menitikberatkan keberhasilan itu hanya diukur dari jumlahnya. Yang menjadi ukuran adalah pada saat pemerintah memberikan bantuan, masyarakat usahanya bisa berkembang," ujarnya.
Dalam acara Public Hearing bertajuk Public Diplomacy: Negara Beri Bukti, Masyarakat Terima Hasil, para penerima manfaat juga turut hadir dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan testimoni dan keluh kesahnya terhadap program tersebut.
Baca Juga: Wamendag Roro Dorong Kajian ERIA Terkait Dampak Tarif AS dan UMKM ASEAN
Salah satunya penerima manfaat, Desi, mengaku bersyukur mendapat pinjaman lunak dari Program KUR. Dia yang semula hanya reseller online sparepart dan aksesoris motor, kini sudah memiliki toko sendiri.
"Dengan penambahan modal KUR, toko saya bisa online dan offline. Syarat KUR mudah, bunganya juga ringan. Jadi dengan ini sangat membantu, tidak khawatir macet pokoknya," ucap Desi.
Penerima manfaat lain, Jainab Iryanti, memanfaatkan dana KUR untuk merenovasi tempat usaha. "Dulunya, tempat usaha saya tidak layak. Akhirnya sekarang menjadi layak dan juga bisa untuk memenuhi persyaratan mendapatkan sertifikat halal, yakni harus punya dapur sendiri," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini
- 10OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya





