Kekerasan Perempuan dan Anak Masih Tinggi, Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Perkuat Sinergi

AKURAT.CO Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalimantan Timur masih menjadi pekerjaan rumah serius.
Berdasarkan data SIMFONI PPA, sepanjang 2024 tercatat 1.002 kasus kekerasan, dengan Kota Samarinda menjadi daerah tertinggi yakni 245 kasus.
Hingga Maret 2025, angka kekerasan di Kaltim sudah mencapai 224 kasus, di mana 50 kasus kembali terjadi di Samarinda.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan, tingginya angka ini menunjukkan perlunya kolaborasi lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk memberdayakan perempuan dan memperkuat ketahanan keluarga.
"Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah masalah serius yang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Diperlukan pendekatan kolaboratif lintas sektor," ujar Arifah dalam pernyataannya, Minggu (11/5/2025).
Arifah mengajak seluruh kepala daerah, khususnya bupati dan wali kota di Kalimantan Timur, untuk memperkuat komitmen menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi perempuan dan anak melalui implementasi program yang konkret di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Politik Nasi Goreng: Simbol Menguatnya Jalinan Megawati dan Prabowo
Tiga Program Prioritas KemenPPPA
Untuk menjawab tantangan ini, KemenPPPA tengah memfokuskan upaya pada tiga program prioritas nasional:
-
Pengembangan Ruang Bersama Indonesia (RBI) — integrasi Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA/KRPPA) dengan program pembangunan desa lainnya.
-
Perluasan Pemanfaatan Call Center SAPA 129 — memperluas akses layanan pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
-
Pengembangan Satu Data Perempuan dan Anak Berbasis Desa — membangun basis data terintegrasi sebagai fondasi kebijakan perlindungan.
"Ketiga inisiatif ini dirancang untuk membangun sistem perlindungan menyeluruh: dari pencegahan, penanganan, hingga pemulihan korban," jelas Arifah.
Ia berharap, pemerintah daerah juga aktif mengadopsi dan mengimplementasikan program-program ini di wilayahnya masing-masing, sebagai bagian dari strategi nasional menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas'ud menyatakan komitmen penuh untuk mendukung agenda nasional penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan Pemprov Kaltim adalah melalui program "Gratispol"—pendidikan gratis untuk semua anak tanpa diskriminasi.
"Pendidikan yang inklusif dan berkualitas adalah kunci melindungi masa depan anak-anak kita," tegas Rudi.
Untuk tahap awal di tahun 2025, Pemprov Kaltim telah menyiapkan anggaran sebesar Rp750 miliar guna merealisasikan program tersebut. Gratispol menargetkan peningkatan angka rata-rata lama sekolah dari 9,9 tahun menjadi minimal 12 tahun sesuai program wajib belajar nasional.
Rudi menekankan, akses pendidikan yang luas akan membantu memperkecil risiko kekerasan terhadap anak dan memperkuat pondasi pembangunan manusia di Kaltim.
"Dengan sinergi pusat dan daerah, kita harap anak-anak Kaltim bisa tumbuh optimal di lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung," tandasnya.
Baca Juga: Chinese Taipei Terbuka 2025: Perang Saudara Dimenangkan Jafar/Felisha, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 7Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 8Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






