Pembentukan Presidential Club Sulit Terealisasi karena Megawati

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat berwacana untuk membentuk Presidential Club, yakni sebuah wadah bagi para presiden terdahulu untuk bersilaturahmi dan membahas masalah kebangsaan.
Wacana ini dianggap tepat, jika direalisasikan saat momen Ramadan atau Lebaran, karena bisa menjadi simbol kesejukan dan menyenangkan hati masyarakat.
"Rencana Presidential Club terbentuk di moment Ramadan maupun Idul Fitri amat baik karena menyejukkan," ucap pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Baca Juga: Prabowo Sering Tampil Bareng SBY dan Jokowi, Bisa Jadi Awal Terbentuknya Presidential Club
"Citra Indonesia juga baik di dunia internasional, dan masyarakat juga amat senang melihat para mantan presiden dan Presiden Prabowo kumpul bersama saling bersinergi untuk kepentingan bangsa dan negara," sambungnya.
Namun, pembentukan Presidential Club ini bukanlah hal yang mudah bagi Presiden Prabowo. Sebab, Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri sulit untuk bersatu dengan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden RI ke-7, Joko Widodo.
"Rencana ini serasa angan-angan saja, sebab pertemuan Prabowo dan Megawati saja sulit diwujudkan. Apalagi minta keempatnya berkumpul bersama," ucapnya.
Hal ini tercermin dalam beberapa momen penting, seperti peluncuran BPI Danantara dan retreat kepala daerah, di mana SBY dan Jokowi hadir dalam acara yang digelar Prabowo.
"Sehingga, rasanya presidential club tidak akan bisa terbentuk. Sebab Megawati tidak akan mau hadir untuk bersanding bersama dua tokoh yang bermasalah dengan dirinya yakni SBY dan Jokowi. Jika hanya pertemuan Prabowo dan Megawati masih memungkinkan untuk bertemu," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







