Akurat

Banjir Bekasi Terparah Sejak 2020, Pemerintah Diminta Perbaiki Tata Ruang dan Sistem Drainase

Paskalis Rubedanto | 5 Maret 2025, 15:04 WIB
Banjir Bekasi Terparah Sejak 2020, Pemerintah Diminta Perbaiki Tata Ruang dan Sistem Drainase

AKURAT.CO Kota Bekasi, menjadi salah satu wilayah terparah terdampak banjir dalam beberapa hari terakhir. Delapan dari 12 kecamatan kota tetangga Ibu Kota Jakarta ini, tergenang air dengan ketinggian beragam sehingga melumpuhkan aktivitas perekonomian.

Banjir ini pun disebut sebagai banjir terparah sejak tahun 2020 lalu, karena adanya banjir kiriman dari Bogor dan hujan lebat yang mengguyur Bekasi sejak Senin (3/3/2025) malam.

"Ini adalah banjir terparah sejak 2020 di Bekasi. Daerah Pondok Gede Permai, Bekasi menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Di Bogor, intensitas hujan tercatat mencapai 232 mm per hari, sementara ambang batas normalnya hanya sekitar 125 hingga 145 mm per hari. Jadi, ini benar-benar bencana besar," ujar Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Sudjatmiko, Rabu (5/3/2025).

Baca Juga: Banjir di Sebagian Wilayah Bekasi Mulai Surut Sisakan Lumpur dan Sampah

Pria yang akrab disapa Miko ini mengungkapkan, telah turun ke lokasi banjir, dan menyoroti kurang optimalnya penataan tata ruang dan sistem drainase di wilayah Kota Bekasi. Menurutnya, dua hal tersebut memperparah dampak banjir di Kota Bekasi yang harus diperbaiki.

Terkait dengan kerusakan infrastruktur, Miko mengaku telah berkordinasi dengan Pemkot Bekasi dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait langkah ke depan dalam hal penyelesaian sodetan Kali Bekasi.

"Pernah saya sampaikan saat rapat bersama Kementerian PU bahwa pentingnya sodetan Kali Bekasi tersebut disegerakan tahapan 1 hingga 7 terutama mengurangi kebanjiran hebat 5 tahunan," ucap dia.

Legislator asal Jabar VIII ini berharap, Walikota Bekasi dan Gubernur Jawa Barat segera bersinergis juga kepada Pemerintah Pusat. Berkaitan ini juga termasuk daerah Aglomerasi, sehingga banjir mengakibatkan ekonomi lumpuh dan mengganggu bukan saja Bekasi melainkan wilayah sekitaran termasuk Jakarta.

"Jika saja banjir dapat dikurangi titik banjirnya maka perekonomian bisa cepat pulih," tuturnya.

Dalam waktu dekat, Miko berharap pemerintah terus melakukan upaya mitigasi terkait tingginya curah hujan. Salah satunya dengan teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga: Penyebab Banjir Bekasi Terjawab, Ini yang Menyebabkan Sekitar 10 Ribu Keluarga Terdampak

"Alhamdulillah, BMKG, BNPB, dan Kementerian PMK akan melaksanakan modifikasi cuaca selama 12 hari ke depan. Mudah-mudahan hujan dapat dipercepat dan dialihkan ke wilayah Laut Jawa, sehingga curah hujan di Jabodetabek bisa berkurang dan mengurangi risiko banjir susulan," jelasnya.

Hingga saat ini, ribuan warga masih mengungsi di berbagai titik posko darurat. Keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi ini, harus menjadi prioritas.

"Pemerintah dan pihak terkait terus berupaya menyalurkan bantuan serta mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan banjir yang terus berulang di wilayah Bekasi," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.