Komisi XII DPR Minta Pemerintah dan Pertamina Segera Tangani Kelangkaan LPG 3 kg
AKURAT.CO Anggota DPR RI Komisi XII, Nevi Zuairina, meminta pemerintah dan Pertamina segera mengambil langkah kongkret, untuk mengatasi kelangkaan LPG 3 kg yang terjadi di berbagai wilayah Jakarta.
Hal ini untuk memastikan, pasokan LPG cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kecil dan usaha mikro, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan yang berkepanjangan.
Menurutnya, masalah kelangkaan LPG 3 kg bukan hanya sekedar keseimbangan pasokan, namun juga kelemahan dalam sistem distribusi dan kebijakan subsidi energi yang perlu segera diperbaiki.
Baca Juga: Harga Sesuai HET, Pertamina Imbau Masyarakat Beli LPG 3 Kg di Pangkalan Resmi
Untuk itu, pengawasan terhadap distribusi juga harus diperketat agar tidak terjadi penyalahgunaan atau penimbunan yang menyebabkan lonjakan harga di pasaran.
"Kelangkaan LPG ini menjadi ujian bagi pemerintah dalam mengelola kebijakan subsidi energi secara adil dan tepat sasaran. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berdampak luas pada kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor ekonomi kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan gas bersubsidi," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (1/2/2025).
Mengutip dari beberapa data, salah satu penyebab utama kelangkaan adalah penetapan kuota LPG bersubsidi untuk tahun 2025 yang lebih rendah dibandingkan realisasi penyaluran pada tahun sebelumnya.
Pada tahun 2024,distribusi LPG 3 kg mencapai 414.134 metrik ton, sementara kuota tahun ini hanya sebesar 407.555 metrik ton. Pemerintah mengklaim adanya kenaikan kuota dalam APBN 2025 sebesar 8,17 juta metrik ton atau naik 2,1 persen dibanding tahun lalu, namun angka ini tetap lebih kecil dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
"Dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan energi yang terus meningkat, kebijakan ini berisiko memperburuk kelangkaan di banyak daerah," ucapnya.
Baca Juga: Pengecer Diminta Jadi Penyalur Resmi Jika Masih Ingin Jual LPG 3 Kg
Selain kuota yang terbatas, sistem distribusi yang belum optimal juga menjadi faktor utama permasalahan ini. Hingga saat ini, jumlah pangkalan resmi Pertamina di seluruh Indonesia mencapai sekitar 259.226 unit, tetapi akses masyarakat terhadap pangkalan ini masih terbatas.
Dia menjelaskan, kelangkaan LPG 3 kg sangat berdampak pada masyarakat kecil, terutama rumah tangga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada gas bersubsidi.
"Kesulitan mendapatkan LPG membuat mereka harus mencari alternatif yang lebih mahal, sehingga beban ekonomi semakin berat," tutur Nevi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









