RS Medistra Junjung Tinggi Perbedaan Keyakinan di Lingkungan Kerja

AKURAT.CO Rumah Sakit (RS) Medistra Jakarta Selatan menyatakan sangat menghargai dan menghormati keberagaman atau perbedaan keyakinan di kalangan pegawai rumah sakit. Hal itu dibuktikan dengan adanya sejumlah fasilitas ibadah untuk pegawai muslim maupun kristiani.
"Kami memberikan waktu yang cukup kepada seluruh karyawan di Medistra untuk ibadah, sesuai dengan keyakinan dan menyediakan sarana ibadah, masjid maupun musala, serta menyelenggarakan kegiatan rohanian rutin," kata Direktur RS Medistra Jakarta Selatan, dr. Agung Budisatria saat jumpa pers, ditulis Kamis (5/9/2024).
Agung juga menyayangkan adanya penyebaran berita soal dugaan larangan berhijab di kalangan rumah sakit. Kabar itu sempat diposting di media sosial oleh dokter spesialis RS Medistra, dr. Diani Kartini.
Baca Juga: Viral Dokter Spesialis Keluar dari RS Medistra karena Dugaan Larangan Hijab, Ini Respons Al-Qur'an!
Pihak rumah sakit telah berupaya meminta penjelasan dari Dr Diani, namun sampai sekarang belum mendapat respon. Meski citra rumah sakit berpotensi tercoreng, Agung memastikan pihaknya akan mengedepankan mediasi dibanding langkah hukum kepada yang bersangkutan.
"Isu terkait hal ini diawali dari postingan, salah satu dokter spesialis kami yang langsung di posting ke sosial media tanpa klarifikasi ke kami. Kami dari pihak manajemen sudah berusaha untuk menemui beliau, namun masih belum ada kesempatan," jelasnya.
"Jadi isu itu yang melebar dan kami sudah mengupayakan untuk melakukan konsolidasi internal dan juga ke luar," sambungnya.
Sementara itu Manager Sumber Daya Manusia (SDM) RS Medistra Jakarta Selatan, Markus Triyono menuturkan, penyediaan fasilitas ibadah untuk membuktikan bahwa rumah sakit menghargai keberagaman keyakinan yang ada di Jakarta. Tidak dipungkiri, Jakarta diisi oleh masyarakat heterogen, yang memiliki ragam perbedaan mulai dari bahasa, suku, budaya, ras, agama dan profesi sekalipun.
"Kami memiliki masjid dan musala yang selama ini selalu digunakan oleh seluruh karyawan untuk melaksanakan kegiatan keagamaan," tuturnya.
Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) dr. Irwan Heriyanto mengaku, langsung meminta klarifikasi dengan pihak RS Medistria usai viral persoalan tersebut. Bahkan RS Medistra Jakarta juga sudah memberikan surat klarifikasi secara resmi kepada ARSSI terkait polemik itu.
"Kami menyayangkan adanya berita yang mungkin membuat tidak nyaman kita semua ya, tapi mudah-mudahan ini selesai sehingga RS Medistra bisa melayani pasien seperti biasa dan pasien tetap merasa nyaman untuk berobat di RS ini," kata Irwan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







