Mendagri Tito Kerap Dibully Gara-gara Tak Sabar Mau Pindah ke IKN, Ternyata Ini Alasannya

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengaku sering dibully karena pernah menyebut sudah tidak sabar, dan ingin buru-buru untuk pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dia menegaskan, keinginannya untuk buru-buru pindah ke IKN itu merupakan salah satu bentuk sikap personal. Sebab, dia mengaku sudah berpengalaman tinggal di daerah yang berat.
"Saya enggak tahu, saya dibully-bully mulu, berkali-kali penekanan saya pribadi. Saya ulangi lagi, saya pribadi, kalau saya pribadi saya sudah tidak sabar ingin ke sana tapi tolong dicatat kenapa, karena satu, saya itu pernah bertugas di tempat yang enggak ada apa-apanya, yang berat, fasilitas enggak ada," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/6/2024).
Baca Juga: Mendagri Tito Dorong Pemda Dukung Percepatan Pembangunan IKN
Dia menceritakan bagaimana pengalamannya tinggal di berbagai daerah, yang menurutnya sangat jauh jika dibandingkan dengan Jakarta, seperti tinggal di daerah Poso selama dua tahun
"Saya di Poso dua tahun, lihat saja buku saya tentang Penanganan Poso, tempat yang sepi, enggak ada hiburan, enggak ada mal, enggak ada bioskop, enggak ada apa-apa lah, restoran pun kecil, hotelnya kelas bintang satu, saya bisa bertahan dua tahun loh," ujarnya.
"Saya juga pernah di Papua, saya mengatakan di kota Jayapura tempat saya tinggal, tidak mengatakan buruk. Saya juga menikmati di sana, tapi dari segi fasilitas kan mal-nya cuma satu di sana, hotel-hotel bintang juga bukan bintang lima," sambungnya.
Dia pun membandingkan dengan IKN yang bersebelahan dengan kota besar seperti Balikpapan. Bukan hanya itu, keinginannya pindah ke IKN juga didasari dengan kesukaannya terhadap alam yang menurutnya masih sangat asri dan punya kualitas udara yang bersih.
"Kemudian saya pribadi, saya itu suka alam dari dulu. Makanya saya enjoy, di Papua enjoy, saya enjoy di Poso, ada gunung, ada danau, ada laut, saya suka nyelam, saya suka tracking. Nah kalau di Jakarta saya enggak bisa menyalurkan hobi tracking saya. Enggak bisa nyalurkan hobi nyelam saya karena pulau seribu possibility enggak bagus, ikan besarnya kurang," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa








