KPAI Sesalkan Pelaku Perundungan di SMA Binus International Serpong Diminta Mengundurkan Diri
Dwana Muhfaqdilla | 27 Februari 2024, 23:30 WIB

AKURAT.CO Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sesalkan terduga pelaku perundungan di SMA Binus International Serpong, diminta untuk mengundurkan diri oleh pihak sekolah.
Komisioner KPAI, Aris Adi Leksono, mengatakan, pada awalnya pihak sekolah dan KPAI telah bersepakat untuk melindungi hak pendidikan terduga pelaku yang masih anak-anak.
“Memang ini hal yang kami sesalkan. Kenapa? Karena di awal (pihak sekolah) terus memberikan informasi bahwa anak-anak tetap diberikan layanan pendidikannya dengan model pembelajaran jarak jauh (PJJ),” kata Aris kepada wartawan di Kantor KPAI, Jakarta, Selasa (27/2/2024).
Baca Juga: Polisi akan Gelar Rekonstruksi Kematian Dante Anak Tamara di Kolam Renang Taman Tirta Mas
Lebih lanjut, KPAI tegas untuk memastikan perlindungan anak secara berkeadilan dan profesional. Aris meminta pihak Binus untuk segera mengklarifikasi keputusan tersebut.
“Maka dari itu kami berkoordinasi dengan Irjen dan tentu dengan pihak Binus secara langsung, bersama-sama dengan Kak Dyah, KPPA, dan UPTD PPA Kota Tangerang Selatan untuk kemudian mengklarifikasi,” tambahnya.
Menurutnya, tidak boleh ada satupun anak Indonesia dengan status putus sekolah, hal itu dimandatkan dalam UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Begitupula dalam Permendikbud tentang bagaimana pencegahan kekerasan dalam pendidikan.
Atas hal itu, KPAI dengan tegas akan mengawal hak pendidikan dari pelaku. “Kita kawal dengan Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan juga dengan Kemendikbud agar hasil kesepakatan bisa terlaksana dengan baik,” tuturnya.
Sebelumnya, SMA Binus International Serpong memberikan pernyataan akan memberikan sanksi tegas kepada para siswa yang terlibat perundungan. Sanksi tegas tersebut berupa pengeluaran siswa yang melakukan kekerasan.
"Setelah mengetahui insiden tersebut, pihak sekolah melakukan investigasi secara intensif. Seluruh siswa yang terbukti melakukan tindakan kekerasan sudah tidak menjadi bagian dari komunitas Binus School," kata Corporate PR Binus University Haris Suhendra dalam keterangannya, Rabu (21/2/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 4Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 5Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 6Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 7Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 850 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot








