Akurat

Profil PT ITSS Morowali yang Tungku Smelter Nikelnya Meledak Hingga 13 Pekerja Tewas

Shalli Syartiqa | 25 Desember 2023, 07:20 WIB
Profil PT ITSS Morowali yang Tungku Smelter Nikelnya Meledak Hingga 13 Pekerja Tewas

AKURAT.CO Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Sulawesi Tengah telah menangani kejadian kecelakaan kerja di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) yang terletak di dalam Kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Minggu (24/12/2023).

Kejadian ini bermula dari ledakan tungku di PT ITSS Morowali sekitar pukul 05.30 Wita, ketika sejumlah karyawan sedang melakukan perbaikan dan pemasangan plat pada tungku tersebut.

Terkait insiden yang menelan 13 korban jiwa, kini banyak orang yang mencari informasi mengenai profil PT ITSS Morowali dan sektor bisnis perusahaan tersebut.

Baca Juga: KKP Hentikan Proyek Reklamasi Tambang Nikel Di Morowali

Profil PT ITSS Morowali

PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) merupakan perusahaan yang berfokus pada pengolahan mineral logam dan produksi stainless steel.

Perusahaan ini berlokasi di dalam kawasan PT. Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah, dan memiliki izin beroperasi dari tahun 2019 hingga 2049.

Kantor pusat PT ITSS berada di Gedung Wisma Mulia, Jakarta Selatan.

PT ITSS adalah anak perusahaan dari perusahaan Tiongkok, dengan pemegang saham utamanya termasuk Tsingshan Holding Group Company Limited, Tsingtuo Group Co. Ltd., Hanwa Company Limited, dan Ruipu Technology Group Company Limited.

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memiliki 10 persen saham di PT ITSS, menjadikannya satu-satunya perusahaan Indonesia yang memiliki saham di PT ITSS.

Menurut informasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, PT ITSS di Kawasan Industri Morowali mampu menghasilkan sekitar 1 juta ton nickel pig iron (NPI) per tahun.

Selain PT ITSS, Tsingshan Holding Group di Morowali juga memiliki anak perusahaan lain yang beroperasi di bidang yang sama, seperti PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS) dan PT Sulawesi Mining Investment (SMI).

Secara total, Tsingshan Group di Kawasan Industri Morowali memiliki kapasitas produksi hingga 3 juta ton stainless steel, 2 juta ton nickel pig iron (NPI), dan 3,5 juta ton carbon steel per tahun.

Produksi stainless steel oleh Tsingshan Group dari Kawasan Industri Morowali telah diekspor ke luar negeri, menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen stainless steel yang diperhitungkan di pasar global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.