Jenderal Agus Dekat Dengan Jokowi, Bukan Ancaman Netralitas TNI

AKURAT.CO Anggota Komisi I DPR, Bobby Adhityo Rizaldi tidak melihat kedekatan antara calon tunggal Panglima TNI, KSAD Jenderal Agus Subiyanto dengan Presiden Jokowi, sebagai ancaman terhadap netralitas tentara. Isu netralitas mencuat lantaran putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, menjadi kontestan pada Pilpres 2024.
Politisi Golkar menganggap berlebihan label Bobby sebagai orang Jokowi bisa memengaruhi netralitas TNI pada Pemilu 2024 yang digelar secara serentak. Dia menilai anggapan tersebut tendensius.
“Ya tentu kami kalau di Komisi I harus objektif ya tidak subjektif, kalau namanya orang dekat itu maksudnya dekat apa, keluarga? Bukan keluarga. Beliau sukunya saja beda,” kata Bobby, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/11/2023).
Baca Juga: Jenderal Agus Subiyanto Ancam Pidanakan Anggota TNI Tak Netral
Menurutnya, karier Bobby yang moncer lantaran pernah berdinas di Solo, ketika Jokowi menjabat Wali Kota, bukan indikator untuk menganggap TNI potensi tidak netral. Sebab, perwira lain juga memiliki kedekatan dengan Jokowi.
“Lantas misalkan apa karena pernah bertugas? Yang lain juga pada banyak, yang sudah pernah bertugas, dekat. Misalkan ada yang jadi Sekretaris Militer Presiden, ada yang jadi Komandan Paspampres, atau dalam definisi apa dekatnya itu,” ujarnya.
Baca Juga: Uji Kelayakan Jenderal Agus Digelar 13 November 2023
Selama kedekatan yang terjalin secara profesional, kata Bobby, hal itu bukan persoalan. Sebaliknya, atasan dengan bawahan harus memiliki komunikasi yang baik, bukan malah dicurigai.
“Kalau kedekatan dalam hal komunikasi yang cukup intensif, atau komunikasi yang baik, ya tentu karena panglima itu adalah instrumen Kepala Negara, ya harus memiliki komunikasi yang intens dengan Kepala Negara," tuturnya.
Baca Juga: Tak Semua Fraksi Setuju Bentuk Panja Netralitas TNI
Dengan begitu, dia menganggap tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari penunjukkan Bobby sebagai calon panglima. Apalagi dicurigai memiliki agenda terselubung.
“Ataupun dalam hubungan sebelumnya, itu saya rasa masih dalam batasan-batasan yang objektif, bukan subjektif,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








