Ditopang Pertumbuhan Fundamental, HRTA Melesat dari Peringkat 66 ke 27 di Fortune Indonesia 100

AKURAT.CO PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) mencatatkan lompatan signifikan dalam daftar Fortune Indonesia 100, naik 39 peringkat dari posisi ke-66 pada tahun sebelumnya menjadi peringkat ke-27 tahun ini.
Pencapaian ini menempatkan HRTA untuk pertama kalinya masuk ke jajaran Top 30 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune, sekaligus menjadi salah satu kenaikan peringkat tertajam di antara emiten yang masuk daftar tahun ini.
Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan kinerja yang kuat di tahun fiskal 2025, di mana HRTA membukukan pendapatan sebesar Rp44,55 triliun, tumbuh 144,39% secara tahunan, sementara laba bersih melonjak 121,29% menjadi Rp978,49 miliar, ditopang oleh ekspansi segmen grosir, penguatan kapasitas refinery, serta perluasan jaringan distribusi domestik.
Baca Juga: Sambut HUT RI ke-81, HRTA Gold Hadirkan Emas Tematik Khusus Kemerdekaan
Tren pertumbuhan yang menjadi basis kenaikan peringkat ini pun berlanjut pada tahun berjalan. Pada semester I-2026, HRTA membukukan pendapatan sebesar Rp33,80 triliun, tumbuh 124,61% YoY, dengan laba bersih meningkat 100,86% YoY menjadi Rp700,01 miliar, menegaskan bahwa momentum pertumbuhan Perseroan terus berlanjut memasuki tahun ini.
Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk., Sandra Sunanto, menyatakan bahwa kenaikan peringkat ini bukan sekadar angka, melainkan validasi atas strategi pertumbuhan jangka panjang yang telah kami jalankan secara konsisten.
"Ini mencerminkan bagaimana kinerja fundamental yang solid, mulai dari pertumbuhan pendapatan, penguatan kapasitas produksi, hingga perluasan pasar, dapat diterjemahkan menjadi pengakuan dan kepercayaan yang lebih luas dari investor maupun publik," ujar Sandra.
Dari sisi investor, momentum ini juga diperkuat oleh sejumlah langkah strategis yang memperluas akses dan kepercayaan pasar terhadap HRTA.
Masuknya HRTA ke dalam indeks LQ45 membuka ruang bagi dana kelolaan institusi dan reksa dana indeks yang mengacu pada LQ45 untuk turut menempatkan portofolionya di saham HRTA, sekaligus memperkuat likuiditas perdagangan saham perseroan.
Di sisi lain, HRTA juga tengah dalam proses akhir memperoleh sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) melalui fasilitas pemurnian emas miliknya, Mas Murni Abadi, yang ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.
Direktur Investor Relations PT Hartadinata Abadi Tbk., Thendra Crisnanda, menambahkan, kenaikan peringkat di Fortune Indonesia 100 sejalan dengan sejumlah pencapaian penting lain yang memperkuat fundamental investasi HRTA.
Inklusi ke dalam indeks LQ45 memberikan akses yang lebih luas kepada basis investor institusi, sementara proses sertifikasi LBMA yang tengah HRTA tuntaskan akan membuka jalan bagi produk emas HRTA untuk diterima dengan standar internasional.
"Kedua hal ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan nilai perseroan secara berkelanjutan," imbuhnya.
Peningkatan positioning ini terjadi di tengah momentum besar bagi industri emas nasional, termasuk peluncuran resmi ETF emas pertama di Bursa Efek Indonesia.
Sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem emas dari hulu ke hilir, HRTA memandang berkembangnya berbagai instrumen investasi emas, mulai dari emas fisik, emas digital, hingga kini ETF, sebagai indikator semakin matangnya pasar emas Indonesia secara keseluruhan.
Pertumbuhan permintaan emas fisik berkualitas dari sektor jasa keuangan dan bank bullion turut menjadi salah satu pendorong kinerja grosir HRTA di sepanjang tahun ini.
HRTA melihat pertumbuhan ekosistem investasi emas, termasuk kehadiran ETF emas, sebagai bagian dari perjalanan yang sama dengan apa yang HRTA bangun selama ini.
Semakin banyak instrumen yang memperluas akses masyarakat terhadap emas, semakin besar pula peran strategis yang dapat kami mainkan sebagai penyedia emas fisik berkualitas dan bersertifikasi.
"Kepercayaan pasar yang tercermin dari kenaikan peringkat ini semakin memperkuat posisi kami untuk terus tumbuh bersama industri," tambah Sandra.
Dengan fondasi kinerja yang terus menguat, HRTA optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perkembangan industri emas nasional di tahun-tahun mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat






