DPRD DKI Jakarta Usul Bansos Keluarga Pelaku Tawuran Dicabut

AKURAT.CO Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, mengusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengevaluasi hingga mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anaknya terbukti terlibat tawuran.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat tanggung jawab orang tua dalam mengawasi anak.
Justin menilai penanganan tawuran selama ini belum memberikan efek jera. Karena itu, diperlukan kebijakan yang menyentuh peran keluarga, mengingat bansos berasal dari uang pajak masyarakat.
"Kalaupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki program sekolah gratis hingga kuliah, jika orang tua tidak bekerja sama memastikan anaknya belajar dengan baik, maka semua program itu akan sia-sia," kata Justin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Ia menilai keluarga penerima bansos yang membiarkan anaknya terlibat tawuran patut dievaluasi kelayakannya sebagai penerima bantuan.
"Orang tua yang tidak menjalankan tanggung jawabnya sehingga anaknya terlibat tawuran, sementara keluarganya menerima bantuan sosial yang berasal dari uang pajak masyarakat, patut dievaluasi kelayakannya menerima bansos. Setiap keluarga memiliki kewajiban menjaga perilaku anggota keluarganya," ujarnya.
Menurut Justin, usulan tersebut juga dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap tingginya angka pengangguran di Jakarta yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai transformasi Jakarta menjadi kota berbasis jasa dan teknologi menuntut tenaga kerja dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
"Lulusan SMA ke bawah semakin sulit terserap di dunia kerja. Karena itu, anak-anak harus dipastikan memperoleh pendidikan yang baik dan terhindar dari kenakalan remaja," katanya.
Justin juga menyoroti masih maraknya keterlibatan anak di bawah umur dalam tawuran.
Ia menyinggung kasus remaja berusia 14 tahun di Jakarta Timur yang masih berada di luar rumah hingga dini hari sebelum terlibat aksi kekerasan.
"Pertanyaannya, orang tuanya ke mana?" ujarnya.
Baca Juga: DPR: Setiap Rupiah APBN 2027 Harus Kembali untuk Kesejahteraan Rakyat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









