Akurat Logo

Wantimpres Duduk Bareng Menkeu, Bahas Kondisi Fiskal dan APBN 2027

Moehamad Dheny Permana | 23 Oktober 2026, 13:02 WIB
Wantimpres Duduk Bareng Menkeu, Bahas Kondisi Fiskal dan APBN 2027
Wantimpres RI mengundang Menteri Keuangan, Suahasil Nazara sebagai narasumber dalam Rapat Pleno Ketiga. (Dok. Wantimpres)

AKURAT.CO Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI mengundang Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Rapat Pleno Ketiga Wantimpres RI, Kamis (22/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas kondisi fiskal nasional, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta arah kebijakan anggaran pemerintah untuk 2026 dan 2027.

Rapat yang dipimpin Ketua Wantimpres RI Pratikno itu menjadi forum bagi para anggota untuk mendalami kebijakan fiskal pemerintah dan dampaknya terhadap berbagai sektor strategis nasional.

Pratikno menegaskan, kebijakan fiskal tidak hanya berkaitan dengan bidang ekonomi dan keuangan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan politik, hukum, keamanan, serta kesejahteraan sosial.

“Kami ingin memperoleh gambaran tentang postur kebijakan fiskal kita. Di Wantimpres, kami ada tiga bidang, yaitu politik, hukum, dan keamanan; kesejahteraan sosial, agama, dan budaya; serta ekonomi dan keuangan. Tetapi, fiskal bukan hanya terkait dengan bidang ekonomi dan keuangan. Bidang-bidang yang lain juga sangat terkait dengan kita,” ujar Pratikno di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.

Dalam paparannya, Suahasil menjelaskan perkembangan kondisi ekonomi dan fiskal nasional sepanjang 2026 serta gambaran postur APBN 2027.

Materi yang disampaikan mencakup perkembangan pendapatan dan belanja negara, pembiayaan, serta alokasi anggaran untuk berbagai sektor, mulai dari perlindungan sosial, penanggulangan bencana, pendidikan, dan kesehatan hingga ketahanan pangan.

Suahasil juga memaparkan tiga fungsi utama APBN, yakni alokasi, distribusi, dan stabilisasi.

Ketiganya menjadi landasan pengelolaan keuangan negara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, mendorong pemerataan kesejahteraan, dan menjaga stabilitas perekonomian di tengah tantangan global maupun domestik.

“Pemerintah akan terus menjaga APBN sebagai instrumen yang menumbuhkan ekonomi, melindungi masyarakat, dan tetap kredibel, sehingga pertumbuhan dapat terus terjaga, kesejahteraan meningkat, dan stabilitas ekonomi tetap kuat,” kata Suahasil.

Ia turut menjelaskan peran Kementerian Keuangan dalam mengelola APBN untuk mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden, dengan tetap memperhatikan kesehatan dan kesinambungan fiskal.

Setelah pemaparan selama sekitar 30 menit, rapat dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang dimoderatori Wakil Ketua Wantimpres RI Muhammad Hatta Rajasa.

Sejumlah anggota Wantimpres menyampaikan pandangan, pertanyaan, dan masukan berdasarkan pengalaman serta bidang keahlian masing-masing.

Diskusi berlangsung dua arah dengan mempertemukan penjelasan pemerintah mengenai kebijakan fiskal dan berbagai perspektif strategis para anggota Wantimpres.

Baca Juga: Saham BUMN Mulai Unjuk Taring, Fundamental Kuat Jadi Penopang IHSG

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.