BI: Uang Beredar Naik Didukung Ekspansi Fiskal dan Moneter

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) memperkirakan jumlah uang beredar akan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
Peningkatan tersebut didorong oleh ekspansi kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter longgar yang diterapkan untuk memperkuat sektor riil.
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat dari 5,46% year-on-year (yoy) pada Januari 2025 menjadi 6,53% pada Juli 2025. Posisi M2 tercatat mencapai Rp9.569,7 triliun.
Baca Juga: BI: Kredit Menganggur Capai Rp2.372 Triliun, Dunia Usaha Masih Menahan Diri
“Pertumbuhan jumlah uang beredar sejalan dengan ekspansi kebijakan fiskal pemerintah yang mendorong pembiayaan sektor riil dan peningkatan penyaluran kredit,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (17/9/2025).
Dari sisi komponen, pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) juga naik dari 7,25% yoy pada Januari menjadi 8,72% yoy pada Juli.
Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan uang kartal di luar bank umum dan BPR yang tumbuh 10,98% yoy.
Baca Juga: BI Rate Turun Jadi 4,75 Persen, Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
BI mencatat, pertumbuhan uang beredar juga dipengaruhi oleh ekspansi aktiva luar negeri bersih (net foreign asset/NFA) sejalan dengan naiknya cadangan devisa. Namun, tagihan bersih kepada pemerintah pusat masih mengalami kontraksi, sementara pertumbuhan kredit masih rendah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










