Bidik Pertumbuhan Ekonomi 3,5 Persen, Thailand Siapkan Paket Kebijakan Ini

AKURAT.CO Pemerintah Thailand tengah menyiapkan strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke kisaran 3% hingga 3,5% pada tahun ini.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan menggelar pertemuan dengan bank sentral dan badan perencanaan ekonomi guna membahas langkah-langkah strategis.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Thailand, Pichai Chunhavajira dikutip dari laman Bloomberg, Jumat (28/2/2025).
Dimana menurutnya pertemuan tersebut akan fokus pada penguatan sektor pariwisata serta pengendalian harga komoditas pertanian, yang merupakan dua faktor penting dalam perekonomian Thailand.
Untuk mengejar ketertinggalan, Thailand akan mengandalkan investasi asing serta kebijakan stimulus dari pemerintah.
Pichai menegaskan bahwa dorongan ekonomi ini sangat penting untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan.
"Pertumbuhan ekonomi tahun ini akan bergantung pada investasi asing dan kebijakan stimulus yang tepat sasaran," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah berencana meluncurkan tahap lanjutan program stimulus senilai THB450 miliar atau setara USD13,3 miliar pada kuartal kedua tahun ini.
Pemangkasan Suku Bunga
Selain kebijakan fiskal, pemerintah juga mempertimbangkan langkah pemangkasan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Langkah ini pun sudah mulai terlihat. Pada Rabu (26/2/2025) lalu, bank sentral Thailand menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,00% dalam pertemuan pertamanya tahun ini.
Selanjutnya, bank sentral Thailand dijadwalkan mengadakan tinjauan kebijakan moneter berikutnya pada 30 April.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








