Akurat

FTSE Russell : Danantara Bisa Tarik Modal Asing ke Indonesia

Leo Farhan | 22 Februari 2025, 13:11 WIB
FTSE Russell : Danantara Bisa Tarik Modal Asing ke Indonesia

AKURAT.C FTSE Russell, penyedia indeks pasar terkemuka, menyatakan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dapat menarik aliran modal ke Indonesia.

BPI Danantara, yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto, akan mengelola aset senilai US$900 miliar atau sekitar Rp14.724 triliun. Hal ini diyakini dapat memancing aliran modal asing, terutama melalui Foreign Direct Investment (FDI).

Menurut Policy Director FTSE Russell, Wanming Du, investor asing akan tertarik dengan negara yang menginvestasikan kekayaan negaranya ke proyek infrastruktur yang mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dan pertumbuhan perusahaan-perusahaan nasional.

BPI Danantara sendiri memiliki visi menjadi pengelola investasi terkemuka yang mampu menciptakan korporasi berdaya saing global.

“Jika melihat contoh-contoh di masa lalu, di mana dana kekayaan negara berinvestasi pada, potensi infrastruktur dasar, yang membantu mendukung pertumbuhan ekonomi, mendukung pertumbuhan tersebut. Dan hal ini akan mendatangkan banyak hal [investor asing], investasi asing, FDI, misalnya,” ucap Wanming Du di Jakarta dalam acara Bloomberg Technoz Economic Outlook, dikutip Jumat (21/2).

Baca Juga: Pembentukan Danantara: Potensi Kekuatan Ekonomi atau Ancaman Skandal Baru?

Ia menyampaikan bahwa investasi yang dilakukan tersebut akan dapat meningkatkan perkembangan bisnis dan menaikkan kontribusi terhadap indeks saham negara.

Dia bahkan menyebut, dengan Asset Under Management (AUM) sebesar US$900 miliar itu, Danantara akan menjadi sovereign wealth fund (SWF) terbesar ketujuh di dunia.

Wanming Du pun menjelaskan bahwa saat ini banyak negara menggunakan sebagian kekayaan negara untuk meningkatkan sektor infrastruktur demi mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Terlebih, Danantara juga akan melakukan investasi di sektor energi baru terbarukan (EBT). "Jadi menurut saya ini bagus, pastinya untuk pasar domestik,” ucapnya.

Wanming menyarankan agar Danantara mencapai potensi maksimal, maka strategi diversifikasi yang mencakup investasi di dalam dan luar negeri perlu dilakukan. Hal ini untuk meningkatkan keuntungan dan dampak sosial yang tinggi bagi Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Danantara akan diluncurkan pada 24 Februari.

Tujuan utama pembentukan Danantara adalah untuk memudahkan pemerintah dalam realokasi modal BUMN untuk menjalankan usaha yang memberikan keuntungan tinggi dan dampak sosial tinggi.

Dengan Danantara, keuntungan dari investasi program hilirisasi bisa 100% dinikmati oleh bangsa Indonesia sendiri. Hal ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi nasional.

Dalam melaksanakan pengelolaan modal dan realokasi modal, Danantara akan diawasi langsung oleh Presiden RI dibantu Dewan Pengawas (yang diketuai Menteri BUMN) dan Dewan Penasehat.

Hal ini untuk memastikan bahwa Danantara berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.