Akurat

Tingkat Pengangguran AS Berpotensi Meningkat, Bagaimana Langkah The Fed?

Demi Ermansyah | 11 Januari 2025, 16:47 WIB
Tingkat Pengangguran AS Berpotensi Meningkat, Bagaimana Langkah The Fed?

AKURAT.CO Pasar tenaga kerja Amerika Serikat meskipun menunjukkan stabilitas, tingkat pengangguran menjadi perhatian utama para ekonom.

Usut punya usut hal tersebut terjadi pasca kenaikan di awal 2024, tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di angka 4,2% pada akhir tahun. Meski stabil dibandingkan November, angka ini lebih tinggi dari awal tahun yang hanya 3,7%.

Para analis memperingatkan bahwa tingkat pengangguran dapat terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Ekonom Citigroup, Veronica Clark dan Andrew Hollenhorst, memproyeksikan angka tersebut bisa naik di atas 4,5%. 

Baca Juga: Moderasi Pasar Tenaga Kerja AS Tetap Terkendali

“Jika ini terjadi, ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed tahun ini kemungkinan akan berubah drastis,” ucap pengumuman the Fed yang dilansir dari Bloomberg, dikutip Sabtu (11/1/2025).

Mengacu kepada laporan Desember dirilis, mencakup revisi tahunan untuk survei rumah tangga, termasuk statistik penting seperti tingkat pengangguran dan partisipasi tenaga kerja. Namun, revisi ini diperkirakan hanya memberikan dampak kecil.

Merespon hal tersebut, Ekonom Senior BNP Paribas, Andrew Husby menyatakan bahwa proses revisi biasanya tidak memberikan perubahan besar pada angka tingkat pengangguran. 
 
“Kami tidak melihat alasan untuk perubahan signifikan kali ini,” jelasnya.

Sementara itu, data awal dari Philadelphia Fed menunjukkan bahwa AS kemungkinan menambah 818.000 lapangan kerja lebih sedikit dalam 12 bulan hingga Maret 2024 dibanding laporan sebelumnya. Tren ini diprediksi terus melemah hingga kuartal kedua 2025.

Tingkat pengangguran akan tetap menjadi indikator utama yang diawasi The Fed. Jerome Powell telah menegaskan bahwa pasar tenaga kerja yang solid menjadi kunci bagi kebijakan suku bunga berikutnya. 
 
"Namun, jika angka pengangguran terus naik, The Fed mungkin perlu mengubah strategi untuk menjaga keseimbangan ekonomi," ungkapnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.