bendera china
AKURAT.CO Sempat mencair berkat pertemuan antara Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping di KTT APEC bulan lalu, hubungan AS dan China kembali memanas.
Dimana hal tersebut disebabkan oleh tuduhan peretasan terhadap Departemen Keuangan AS dan jaringan telekomunikasi yang melibatkan peretas yang diduga disponsori oleh pemerintah China.
Menurut laporan Gedung Putih, sembilan perusahaan telekomunikasi AS terkena dampak dari kampanye spionase ini. Peretas bahkan disebut-sebut berhasil menyusup ke perangkat milik beberapa tokoh penting, seperti Donald Trump dan anggota staf Wakil Presiden Kamala Harris.
Tak menunggu lama, pasca tuduhan tersebut China dengan tegas membantah semua tuduhan peretasan tersebut. Dalam pernyataan resminya melansir dari Bloomberg, Kedutaan Besar China di Washington menyebut klaim peretasan sebagai tuduhan tidak rasional. Tak sampai disitu saja mereka juga menegaskan bahwa AS perlu berhenti menggunakan isu keamanan siber untuk memfitnah China.
Presiden Xi Jinping dalam pertemuannya dengan Joe Biden juga menyatakan bahwa tuduhan peretasan tidak didukung oleh bukti yang kuat. Namun, pemerintahan Biden tampaknya tetap bersikeras bahwa ada keterlibatan langsung China dalam insiden ini.
Meskipun begitu, Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS untuk Siber dan Teknologi Baru, Anne Neuberger mengungkapkan bahwa pemerintah AS sedang merancang langkah-langkah baru untuk meminta pertanggung jawaban dari China. Salah satu upaya yang sedang dipertimbangkan adalah memperluas larangan terhadap perusahaan telekomunikasi asal China di pasar AS.
Tindakan ini menunjukkan bahwa meskipun sempat ada kerja sama yang harmonis, hubungan kedua negara masih terancam oleh isu keamanan siber yang sensitif. Ke depan, isu ini berpotensi memengaruhi dinamika diplomatik dan ekonomi antara dua kekuatan global tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK










