Akurat

Inflasi Terkendali, Penurunan BI Rate Masih Terbuka

Demi Ermansyah | 16 Oktober 2024, 13:21 WIB
Inflasi Terkendali, Penurunan BI Rate Masih Terbuka

AKURAT.CO Ekonom Bank Permata, Josua Pardede melihat ruang penurunan BI Rate masih terbuka lantaran didukung oleh terkendalinya inflasi, terutama inflasi inti, yang tetap berada dalam target BI.  

Namun BI diperkiarakan bakal memilih untuk mempertahankan BI Rate menimbang kepentingan untuk menjaga nilai tukar atau kurs rupiah. "Inflasi yang terkendali memberikan ruang bagi BI untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga dalam waktu mendatang," jelas Josua ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (16/10/2024). 
 
Lebih lanjut Josua menambahkan apabila kondisi inflasi terus stabil dan tekanan eksternal mereda, penurunan BI-Rate dapat menjadi langkah selanjutnya. "BI tetap memiliki fleksibilitas untuk melonggarkan kebijakan moneter bila situasi mendukung," kata Josua.  
 
 
Seperti yang diketahui, melansir data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada September 2024, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatat deflasi sebesar 0,12% secara bulanan (month to month/mtm). Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi turun menjadi 1,84%, lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,12%.  
 
Bahkan sebelumnya, Bank Indonesia menyatakan bahwa inflasi tersebut berada dalam kisaran sasaran 2,5% ±1%, mencerminkan konsistensi kebijakan moneter dan sinergi erat antara BI dan pemerintah. 
 
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).  
 
Dengan terkendalinya inflasi dan penguatan koordinasi kebijakan antara pemerintah dan BI, langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga kestabilan ekonomi dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.  
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.