Cara Mengatur Shutter Speed agar Foto Objek Bergerak Tetap Tajam

AKURAT.CO Memotret objek yang bergerak cepat membutuhkan kontrol shutter speed yang tepat agar hasil foto tetap tajam.
Tanpa pengaturan yang sesuai, gerakan bisa tampak kabur dan detail penting sulit terlihat.
Untuk mendapatkan hasil terbaik, penting memahami cara menyesuaikan kecepatan rana dengan karakter gerakan objek serta kondisi pencahayaan di lapangan.
Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Pahami Efek Shutter Speed terhadap Gerakan
Shutter speed atau kecepatan rana menentukan seberapa lama sensor kamera menerima cahaya sekaligus merekam momen gerakan.
Semakin cepat shutter speed, semakin besar peluang objek terlihat tajam karena gerakan “dibekukan”.
Namun, kecepatan rana yang tinggi juga membuat cahaya yang masuk lebih sedikit, sehingga perlu diimbangi dengan pengaturan ISO atau aperture.
Sebaliknya, shutter speed yang lambat akan menimbulkan efek motion blur, yakni objek tampak kabur mengikuti arah gerakannya.
Efek ini sering dimanfaatkan untuk menciptakan kesan dinamis, misalnya saat memotret kendaraan melintas sehingga latar belakang terlihat menyapu.
Contohnya:
Shutter speed cepat dapat membekukan tetesan air di udara atau sayap burung yang sedang mengepak.
Shutter speed lambat bisa menciptakan efek cahaya lampu kendaraan yang membentuk garis panjang di malam hari.
Cara Mengatur Shutter Speed untuk Objek Bergerak
Agar hasil foto lebih tajam dan sesuai kondisi, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:
1. Sesuaikan Shutter Speed dengan Kecepatan Objek
Setiap tingkat gerakan membutuhkan kecepatan rana berbeda. Berikut panduan umum yang bisa dijadikan acuan:
1/60 detik: cocok untuk objek yang hampir tidak bergerak, seperti produk atau hewan yang sedang diam.
1/125 – 1/250 detik: ideal untuk gerakan ringan, misalnya orang berjalan atau pesepeda dengan kecepatan santai.
1/1000 – 1/2000 detik: cocok untuk objek berkecepatan tinggi, seperti kendaraan melaju atau burung terbang.
Semakin cepat gerakan objek, semakin tinggi shutter speed yang diperlukan agar detail tetap tajam.
2. Gunakan Burst Mode
Saat memotret aksi cepat, satu jepretan sering kali tidak cukup. Gunakan fitur continuous shooting atau burst mode agar kamera mengambil beberapa frame dalam sekali tekan.
Kecepatan burst tiap kamera berbeda, umumnya berkisar antara 5 hingga 30 frame per detik (fps). Fitur ini sangat membantu menangkap momen terbaik dalam situasi yang bergerak cepat.
3. Coba Teknik Panning untuk Efek Dramatis
Jika ingin menciptakan foto dengan latar belakang blur namun subjek tetap terlihat fokus, gunakan teknik panning.
Langkah-langkahnya:
Atur shutter speed sekitar 1/30 detik atau sedikit lebih cepat.
Tunggu objek bergerak masuk ke dalam frame.
Gerakkan kamera mengikuti arah laju objek.
Tekan shutter sambil tetap mengikuti gerakan tersebut.
Teknik ini menghasilkan foto yang terasa dinamis karena latar belakang tampak kabur, sementara subjek utama tetap relatif tajam.
4. Sesuaikan dengan Kondisi Cahaya
Dalam kondisi minim cahaya, penggunaan shutter speed cepat bisa membuat foto terlalu gelap. Untuk mengatasinya, kamu bisa:
Menaikkan ISO
Menggunakan aperture yang lebih besar (bukaan lebih lebar)
Sebaliknya, saat kondisi sangat terang, shutter speed cepat membantu mencegah foto overexposed.
Keseimbangan antara shutter speed, ISO, dan aperture menjadi kunci utama untuk mendapatkan hasil optimal.
Kesimpulan
Mengatur shutter speed dengan tepat adalah kunci utama dalam memotret objek bergerak. Pahami karakter gerakan, manfaatkan burst mode, dan sesuaikan pengaturan dengan kondisi cahaya.
Dengan latihan dan pengaturan yang seimbang, kamu bisa menghasilkan foto aksi yang tajam, detail, dan penuh energi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





