Laporan AMRO: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,2 Persen di 2024 dan 2025

AKURAT.CO Perekonomian Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh lebih dari 5% pada tahun 2024 dan 2025, menurut sebuah laporan dari ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO).
Laporan ini menunjukkan bahwa Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil sebesar 5% pada tahun 2023. Pertumbuhan PDB riil Indonesia diperkirakan akan mencapai 5,2% pada tahun 2024. Pertumbuhan ini juga akan meningkat sebesar 5,2% pada tahun berikutnya.
"Indonesia cukup mengagumkan dalam arti tingkat pertumbuhannya selalu sedikit di atas 5 persen, bahkan selama pandemi. Pertumbuhannya berada di kisaran 5 dan 5,3 persen," ujar kepala ekonom AMRO, Hoe Ee Khor dikutip Selasa (9/4/2024).
Baca Juga: Maksimalkan Jaringan Global, HSBC Dorong Pelaku Bisnis dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Indonesia baru-baru ini menyelenggarakan pemilihan umum satu hari terbesar di dunia, dan secara resmi mendeklarasikan menteri pertahanan saat ini, Prabowo Subianto, sebagai presiden berikutnya.
Presiden Jokowi akan secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinannya kepada Prabowo pada bulan Oktober ini. Khor mengomentari pemilihan umum tersebut, dan apakah perubahan dalam pemerintahan akan berdampak pada pertumbuhan Indonesia.
"Pemerintah yang akan segera menjabat sangat mirip dengan pemerintah saat ini. Kami tidak berharap untuk melihat perubahan kebijakan yang besar. ... Tentu saja, pemerintah baru memiliki prioritasnya sendiri, dan daftar panjang langkah-langkah kebijakan yang ingin mereka ambil. Beberapa di antaranya akan sangat bergantung pada kemampuan [pemerintah] untuk memobilisasi lebih banyak pendapatan. Misalnya, kita akan memiliki makan siang gratis untuk siswa, yang bisa sangat mahal," kata Khor.
Prabowo telah berjanji kepada rakyat Indonesia untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan Jokowi, dan juga memperkenalkan program makan siang gratis di sekolah sebagai strateginya untuk mengurangi angka stunting. Perkiraan awal menunjukkan bahwa Indonesia akan membutuhkan sekitar Rp120 triliun pada tahun pertama pelaksanaannya. Biaya tersebut akan meningkat menjadi Rp450 triliun pada tahun 2029, di mana program ini diharapkan dapat menjangkau seluruh siswa di seluruh nusantara.
Dalam debat capres terakhirnya, Prabowo mengklaim bahwa makanan sekolah gratis dapat meningkatkan perekonomian Indonesia minimal 1,5% dan 2%. Menteri Keuangan Sri Mulyani baru-baru ini mengatakan kepada para wartawan bahwa pemerintah akan menyisakan ruang yang cukup untuk program makan siang di sekolah dalam anggaran 2025.
"Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia telah sangat berhati-hati dalam kebijakan-kebijakan fiskal mereka, dan bahkan menjaga defisit fiskal di bawah 3%. Jika mereka tetap berpegang pada [batas defisit 3 persen], hal ini akan membatasi [Pemerintah Indonesia] untuk melakukan pengeluaran yang berlebihan kecuali mereka memobilisasi lebih banyak pendapatan," kata Khor.
"Selama makroekonomi tetap relatif stabil dalam hal kebijakan-kebijakan fiskal moneter, [perekonomian] Indonesia dapat terus tumbuh di atas 5 persen," imbuhnya.
Untuk meningkatkan pertumbuhan, Indonesia juga perlu meningkatkan kemampuannya untuk menarik investasi asing langsung (FDI), terutama di sektor energi terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik (EV), menurut Khor.
Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk menarik investasi gabungan sebesar Rp1.650 triliun pada tahun ini, melampaui target tahun 2023 sebesar Rp1.400 triliun. Tahun lalu, Indonesia mencatatkan total investasi sebesar Rp1.418 triliun, sekitar 52,4% di antaranya berasal dari investor asing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










