Israel Hambat Aksesi Keanggotaan Indonesia di OECD

AKURAT.CO Penerimaan atau aksesi Indonesia untuk menjadi anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menghadapi hambatan akibat sikap Israel yang saat ini dikritik Indonesia atas serangan militernya di Gaza.
Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun keberadaan Israel di dalam OECD memiliki implikasi penting bagi kebijakan dalam negeri.
Mengutip Nikkei, Kamis, (8/2/2024), OECD yang saat ini memiliki 38 anggota termasuk negara-negara di Amerika Utara, Eropa, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan Chili, telah menjadi lembaga pemikir terkemuka sejak didirikan pada tahun 1961.
Baca Juga: Menkeu: Seluruh Anggota OECD Dukung Aksesi Indonesia
"Organisasi ini memberikan rekomendasi kebijakan ekonomi kepada anggotanya dan memiliki pengaruh besar dalam pembuatan peraturan internasional, terutama terkait perpajakan," tulis Nikkei dikutip Kamis (8/2/2024).
Sumber diplomatik mengungkapkan bahwa Israel mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadap proses aksesi Indonesia dalam pertemuan duta besar OECD terkini yang berlangsung pada Senin dan Selasa.
Meskipun Israel tidak secara langsung menolak keanggotaan Indonesia, mereka menunjukkan keberatan mereka terhadap situasi politik di Timur Tengah dan kurangnya hubungan diplomatik antara kedua negara.
Karena OECD mengharuskan kesepakatan dari seluruh anggotanya untuk memulai proses aksesi, penolakan Israel menjadi kendala serius bagi upaya Indonesia untuk bergabung dengan organisasi tersebut.
Meskipun demikian, Israel dan anggota OECD lainnya menyatakan kesiapan mereka untuk melanjutkan diskusi terkait masalah ini.
Tahun ini juga menjadi peringatan 60 tahun keanggotaan Jepang dalam OECD, dan negara tersebut diharapkan memimpin pertemuan dewan menteri yang dijadwalkan pada bulan Mei 2024.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya organisasi ini dalam mempengaruhi kebijakan ekonomi global dan diplomasi antarbangsa.
Menanggapi isu penolakan tersebut, Jubir Menlu, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan dukungan Indonesia ke Paestina sejatinya tak berkorelasi dengan asepsi keanggotaan Indonesia di OECD.
"Kami melihat tidak ada hubungan antara dukungan konsisten Indonesia ke Palestina dengan rencana keanggotaan Indonesia di OECD," ujarnya.
Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan seluruh perwakilan negara anggota OECD mendukung penuh proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD.
Hal tersebut disampaikan Menkeu pada saat menghadiri undangan dari Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann pada Oktober 2023 lalu untuk membahas update perekonomian Indonesia serta berbagai kemajuan reformasi di bidang ekonomi nasional.
"Jika aksesi ini sukses, Indonesia akan menjadi negara Asia ketiga yang menjadi anggota OECD setelah Jepang dan Korea Selatan," kata Menkeu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










