AKURAT.CO Pada Januari 2024 terjadi inflasi sebesar 2,57% secara tahunan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,19, menurut catatan Badan Pusat Statistik atau BPS.
Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga sebagian besar indeks kelompok pengeluaran yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,84% dengan andil inflasi 1,63% terhadap inflasi umum.
Komoditas yang berkontribusi ke inflasi kelompok ini antara lain adalah beras sigaret kretek mesin, bawang putih, dan tomat.
Baca Juga: Inflasi RI Terendah Kelima di G20, Menko Airlangga: Berkat Kordinasi TPIP-TPID
Disusul kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,02%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,58% kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,2% dan kelompok kesehatan 1,88%.
Kemudian kelompok transportasi sebesar 1,11%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,68%, kelompok pendidikan sebesar 1,57%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,37% dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,01%.
Namun kenaikan harga di Januari juga teredam oleh kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi atau penurunan indeks sebesar 0,11%.
"Series inflasi selama 5 tahun terakhir, berdasarkan historis 5 tahun terakhir itu selalu terjadi inflasi di Januari," ujarnya di Jakarta, Kamis (1/2/2024).
Pada Januari 2024, inflasi secara bulanan mencapai 0,04% dan tingkat inflasi year to date atau kumulatif atau tahun kalender sebesar 0,04%.
Adapun tingkat inflasi komponen inti Januari 2024 secara tahunan sebesar 1,68%, secara bulanan 0,20%, dan secara tahun kalender 0,2%.
Berdasarkan wilayah, inflasi provinsi tertinggi secara tahunan terjadi di Provinsi Papua Tengah sebesar 4,76% dengan IHK sebesar 107,60 dan terendah terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 1,21% dengan IHK sebesar 103,60.
Sedangkan inflasi kabupaten/kota secara tahunan tertinggi terjadi di Kab Toli Toli sebesar 6,76% dengan IHK sebesar 110,31 dan terendah terjadi di Mamuju sebesar 0,86% dengan IHK sebesar 103,26. Sementara deflasi tahunan terjadi di Kab Belitung Timur sebesar 0,41% dengan IHK sebesar 103,29.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 6Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 7Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 9Didamping Dasco hingga Teddy, Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati
- 10KPK Pantau Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong









