Ekonom: APBN 2024 Fokus Jaga Inflasi, Entaskan Kemiskinan Dan Tingkatkan Investasi

AKURAT.CO - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan arah dan strategi kebijakan fiskal tahun 2024 diarahkan untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, baik melalui jangka pendek, menengah hingga panjang.
Menanggapi perihal tersebut, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menyampaikan, kebijakan strategi fiskal 2024 diarahkan untuk mendorong reformasi struktural dalam rangka percepatan transformasi ekonomi. Dalam jangka pendek, kebijakan strategi ini bisa mempercepat transformasi ekonomi.
Menurutnya, strategi kebijakan fiskal jangka pendek ini mampu menjaga pengendalian inflasi (stabilitas harga), penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan prevalensi stunting, dan peningkatan investasi.
“Investasi, saya perkirakan akan meningkat pasca Pemilu, namun perlu dilihat seberapa signifikan rebound dari komponen investasi di tahun depan,” kata Josua Pardede kepada Akurat.co di Jakarta, Selasa (5/9/2023).
Kemudian dari sisi belanja pemerintah di tahun 2024, yang ditujukan untuk mendorong pengentasan kemiskinan lebih cepat, disertai dengan pengentasan kemiskinan secara struktural.
Baca Juga: Ekonom Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2023 Sebesar 5%
“Perlu diperhatikan bahwa tahun depan merupakan tahun transisi pemerintah, maka produktivitas belanja pemerintah perlu ditingkatkan. Sehingga, mampu mencapai target jangka pendek termasuk percepatan penurunan kemiskinan ekstrem,” ucap Josua Pardede.
Josua menambahkan, dalam jangka menengah-panjang kebijakan ini difokuskan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), percepatan pembangunan infrastruktur dan mendorong aktivitas ekonomi bernilai.
“Dalam jangka menengah hingga panjang, kebijakan ini akan mendorong aktivitas ekonomi bernilai tambah tinggi melalui hilirasi Sumber Daya Alam (SDA), serta penguatan reformasi kelembagaan dan simplifikasi regulasi,” imbuh Josua Pardede.
Selain itu, Josua juga mengungkapkan tantangan utama pemerintah dalam memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yaitu penerimaan perpajakan, yang ditargetkan tumbuh sekitar 9% dari outlook APBN 2023.
“Pada tahun 2024 mendatang, seiring dengan penurunan potensi pajak dari sisi komoditas, tentunya realisasi perpajakan berpotensi mengalami perlambatan. Kondisi tersebut masih bisa dioffset dengan upaya mendorong sumber pertumbuhan ekonomi yang lain, sehingga penerimaan dari pajak penghasilan cenderung meningkat,” ungkap Ekonom Josua Pardede.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri










