6 Fakta Menarik Gunung Merapi, Penuh Cerita Mitos

AKURAT.CO Gunung merapi adalah jenis gunung stratovocano aktif yang terletak di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Terdapat fakta menarik gunung merapi yang sebagian besar dipercaya oleh masyarakat.
Gunung merapi menjadi gunung paling aktif di Indonesia dan telah meletus secara teratur sejak tahun 1548. Gunung ini terletak sekitar 28 kilometer di sebelah utara kota Yogyakarta. Ribuan orang tinggal di sisi gunung berapi, dengan desa setinggi 1.700 meter di atas permukaan laut.
Asap sering terlihat muncul dari puncak gunung, dan beberapa letusan telah menyebabkan korban jiwa. Aliran piroklastik dari ledakan besar menewaskan 27 orang pada tanggal 22 November 1994, sebagian besar di kota Muntilan, sebelah barat gunung berapi. Letusan besar lainnya terjadi pada 2006, sesaat sebelum gempa Yogyakarta.
Dikutip dari beberapa sumber, Senin (4/9/2023), berikut fakta menarik gunung merapi.
Fakta Gunung Merapi
1. Letusan pertama gunung merapi
Fakta menarik gunung merapi yang pertama adalah letusan gunung yang dimulai sekitar 400.000 tahun yang lalu.
Sejak saat itu hingga sekitar 10.000 tahun yang lalu, letusan bersifat efusif, dan lava yang keluar bersigfat basaltik. Sejak itu, letusan menjadi lebih eksplosif, dengan lava andesitik kental yang sering kali menghasilkan kubah lava.
Runtuhnya kubah sering kali menghasilkan aliran piroklastik, dan ledakan yang lebih besar, yang mengakibatkan kolom letusan, juga menghasilkan aliran piroklastik melalui keruntuhan kolom.
2. Berasal dari bahasa Sansekerta
Fakta menarik gunung merapi selanjutnya adalah, namanya berasal dari bahasa Sansekerta.
Nama Merapi merupakan gabungan dari bahasa Sansekerta Meru yang berarti "gunung" dengan bahasa Jawa api yang berarti "api". Dengan demikian Merapi dapat diterjemahkan secara longgar sebagai "Gunung Api" atau "Gunung Api".
3. Gunung termuda di selatan Jawa
Merapi merupakan gunung termuda dalam kelompok gunung berapi di selatan Jawa. Letaknya di zona subduksi, di mana Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Sunda.
Gunung berapi ini merupakan salah satu dari sedikitnya 129 gunung berapi aktif di Indonesia, sebagian gunung berapi ini terletak di bagian Tenggara Cincin Api Pasifik—bagian garis patahan yang membentang dari Belahan Bumi Barat hingga Jepang dan Asia Tenggara.
Biasanya, letusan kecil terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali, dan letusan yang lebih besar terjadi sekitar 10–15 tahun sekali.
Letusan penting, yang seringkali menyebabkan banyak kematian, terjadi pada tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Tiga belas desa hancur pada letusan terakhir, dan 1.400 orang terbunuh oleh aliran piroklastik.
4. Terdapat stasiun pemantauan
Fakta menarik gunung merapi selanjutnya adalah memiliki staisiun pemantauan. Pemantauan seismik dimulai pada 1924, dengan beberapa stasiun pemantauan gunung berapi bertahan hingga saat ini.
Stasiun pemantauan Babadan (lokasi barat laut), Selo (di antara Merbabu dan Merapi), dan Plawangan telah diperbarui peralatannya selama beberapa dekade sejak didirikan.
Beberapa pos pengamatan sebelum 1930 dihancurkan oleh letusan 1930, dan pos-pos baru ditempatkan kembali.
Begitu juga pasca letusan 1994, pos Plawangan beserta peralatannya dipindahkan ke Kaliurang sebagai respon terhadap ancaman bahaya bagi petugas vulkanologi di titik yang lebih tinggi. Gunung berapi ini dipantau oleh Proyek Degassing Karbon Dalam Bumi.
5. Penuh dengan mitos
Fakta menarik gunung merapi selanjutnya adalah, gunung ini terdapat banyak mitos yang dipercaya masyarakat.
Desa-desa dekat Merapi percaya bahwa salah satu istana (dalam keraton Jawa) yang digunakan oleh penguasa kerajaan roh terletak di dalam Merapi, diperintah oleh Empu Rama dan Empu Permadi.
Istana ini dikatakan sebagai pendamping spiritual Kesultanan Yogyakarta, lengkap dengan jalan, tentara, pangeran, kendaraan, dan hewan peliharaan.
Selain para penguasa, konon istana ini juga dihuni oleh arwah para leluhur yang meninggal sebagai orang-orang shaleh.
Konon arwah nenek moyang tersebut tinggal di keraton sebagai abdi dalem, sesekali mengunjungi keturunannya dalam mimpi untuk memberikan ramalan atau peringatan.
6. Ditetapkan sebagai taman nasional
Pada tahun 2004, kawasan seluas 6.410 hektar di sekitar gunung merapi ditetapkan sebagai taman nasional.
Keputusan Kementrian Kehutanan untuk mendeklarasikan taman tersebut kemudian ditentang di pengadilan oleh Forum Lingkungan Hidup Indonesia, dengan alasan kurangnya konsultasi dengan penduduk setempat.
Pada saat letusan gunung berapi tahun 2006 dilaporkan banyak warga yang enggan keluar karena khawatir tempat tinggalnya akan disita untuk perluasan taman nasional sehingga tidak memiliki rumah.
Selain sebagai taman nasional, setelah letusan dahsyat kemudian pemerintah membuat Pusat Museum Merapi.
Lokasi museum berada di Jalan Kaliurang Kilometer 25,7, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Replika letusan Merapi Pasca 2010 telah dibuat dan kunjungan pelajar Indonesia ke museum meningkat 30 persen sejak letusan terakhir.
Untuk menjaga ketenangan gunung berapi dan menenangkan roh gunung, masyarakat Jawa secara rutin membawa sesaji pada hari peringatan penobatan Sultan Yogyakarta.
Demikian penjelasan mengenai fakta menarik gunung merapi.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






