Akurat Logo

Rupiah Tertekan, Dolar AS Diprediksi Bergerak di Rp18.090

Esha Tri Wahyuni | 20 Oktober 2026, 07:30 WIB
Rupiah Tertekan, Dolar AS Diprediksi Bergerak di Rp18.090
Ilustrasi Mata Uang Rupiah

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (20/10/2026).

Tekanan terhadap mata uang Garuda dipengaruhi ketidakpastian global, risiko kenaikan inflasi energi, serta sentimen negatif dari pasar keuangan domestik.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, rupiah bergerak di rentang Rp18.040 hingga Rp18.090 per USD pada perdagangan besok. Sementara itu, dalam sepekan ini, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.850 hingga Rp18.200 per USD.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Bisa Tembus Rp18.500 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Pada penutupan perdagangan Senin (19/10/2026), rupiah melemah 19 poin ke level Rp18.046 per USD.

Posisi tersebut lebih lemah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.027 per USD. Dalam perjalanannya, rupiah bahkan sempat melemah hingga 30 poin.

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter AS dan meningkatnya risiko geopolitik.

Di satu sisi, pelemahan indeks dolar AS pada Senin berpotensi memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang.

Namun, perkembangan kebijakan perdagangan dan energi serta prospek suku bunga AS masih menjadi faktor yang perlu dicermati investor.

Salah satu perhatian pasar adalah keputusan Presiden AS, Donald Trump yang menangguhkan sejumlah sanksi terhadap Rusia dan membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap negara-negara pengimpor minyak Rusia. Kebijakan tersebut diambil di tengah tekanan kenaikan harga bahan bakar di AS.

Baca Juga: Efek Domino Ancaman MSCI, Rupiah dan Pasar Obligasi RI Ikut Tertekan?

Di sisi lain, risiko inflasi global masih membayangi pasar keuangan. Ketidakpastian pembicaraan antara AS dan Iran serta meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.