Akurat Logo

47 Persen Investor Kaya Ingin Eksposur Global, Kenapa Investasi USD Makin Dilirik?

Idham Nur Indrajaya | 7 Oktober 2026, 20:01 WIB
47 Persen Investor Kaya Ingin Eksposur Global, Kenapa Investasi USD Makin Dilirik?
47% investor kaya memilih eksposur global. Simak alasan investasi USD dilirik dan risikonya bagi investor Indonesia. - dok. Allianz Indonesia

AKURAT.CO Kebutuhan finansial seseorang bisa berubah ketika hidupnya semakin terhubung dengan dunia internasional. Biaya pendidikan anak di luar negeri, perjalanan, bisnis lintas negara hingga perencanaan warisan dapat membuat kebutuhan terhadap mata uang asing semakin nyata. Dalam situasi seperti ini, investasi USD bukan semata-mata soal mengejar kenaikan nilai dolar, melainkan bagian dari cara mengelola kekayaan dengan mata uang dan pasar yang lebih beragam.

Temuan HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026 memperlihatkan arah tersebut. Survei terhadap hampir 10 ribu investor affluent dan high-net-worth (HNW) di 10 pasar menunjukkan 47% investor memiliki preferensi terhadap eksposur investasi global.

Angka tersebut menarik karena menunjukkan bahwa diversifikasi bagi investor kaya tidak hanya berlangsung antarkelas aset seperti saham, obligasi dan kas. Diversifikasi juga dapat bergerak secara geografis dan mata uang.

Baca Juga: Pengalaman Nasabah Allianz Makin Diperkuat, Mulai dari Walk-in Center hingga Smart Point

Baca Juga: Allianz Buka Akses Saham Global Lewat Unit Link, Apa yang Perlu Diperhatikan Nasabah?

Kenapa Investasi USD Makin Dilirik Investor Kaya?

Investasi USD makin relevan ketika tujuan keuangan seseorang mulai memiliki dimensi internasional. Memiliki aset dalam dolar AS dapat menjadi salah satu cara untuk menyesuaikan sebagian portofolio dengan kebutuhan yang memang menggunakan mata uang tersebut.

Ada beberapa alasan yang membuat eksposur global dan aset USD diperhatikan investor:

  • kebutuhan finansial dalam USD;

  • diversifikasi mata uang;

  • akses terhadap pasar dan instrumen global;

  • kebutuhan pendidikan atau kehidupan di luar negeri;

  • perencanaan kekayaan lintas generasi;

  • diversifikasi geografis portofolio.

Namun, memiliki aset USD bukan berarti otomatis lebih aman atau selalu menghasilkan keuntungan. Investor tetap menghadapi risiko perubahan nilai tukar, suku bunga, harga aset, kualitas penerbit instrumen dan biaya investasi.

Dengan kata lain, pertanyaan yang lebih tepat bukan sekadar “apakah dolar akan naik?”, tetapi “apakah sebagian kebutuhan dan tujuan finansial saya memang membutuhkan eksposur terhadap USD?”

HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026 memberikan konteks yang menarik untuk pertanyaan tersebut. Selain 47% investor yang memiliki preferensi terhadap eksposur investasi global, sebanyak 57% investor juga memiliki ketertarikan untuk memiliki produk asuransi dalam 12 bulan ke depan.

Data itu menunjukkan kecenderungan yang lebih luas: investor tidak hanya memikirkan pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana kekayaan tersebut dapat dipertahankan dan digunakan untuk kebutuhan jangka panjang.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.