Gen Z Mulai Melirik Emas, Kepemilikan Mencapai 41 Persen dalam Survei HSBC

AKURAT.CO Emas tidak lagi hanya identik dengan aset warisan atau simpanan jangka panjang bagi generasi yang lebih tua. Di tengah perubahan lanskap investasi, logam mulia mulai mendapat tempat dalam portofolio investor muda, termasuk Gen Z.
Temuan HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026 menunjukkan bahwa 41% investor Gen Z yang menjadi responden survei memiliki emas. Angka tersebut menempatkan emas sebagai salah satu instrumen yang mulai diperhitungkan generasi muda dalam membangun dan mengembangkan kekayaan.
Survei HSBC menunjukkan bahwa 41% responden Gen Z dalam kelompok investor affluent dan high-net-worth memiliki emas. Temuan ini memperlihatkan bahwa emas mulai masuk ke dalam pilihan investasi generasi muda, meskipun angkanya tidak dapat dianggap sebagai gambaran kepemilikan emas seluruh Gen Z, terutama di Indonesia.
Baca Juga: Apakah Ekonomi Indonesia 2026 Akan Melambat? Simak Hasil Riset HSBC
Kepemilikan Emas Gen Z Mencapai 41% dalam Survei HSBC
HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026 merupakan survei yang melibatkan hampir 10.000 investor affluent dan high-net-worth di 10 pasar global. Riset tersebut dilakukan untuk melihat perilaku, tujuan, serta preferensi investasi dari kelompok investor dengan kapasitas aset yang relatif besar.
Dalam laporan tersebut, emas tercatat sebagai aset yang banyak dimiliki oleh responden. Secara keseluruhan, emas menjadi produk investasi ketiga yang paling banyak dimiliki setelah saham dan asuransi.
Jika dilihat berdasarkan generasi, Gen Z mencatat tingkat kepemilikan emas sebesar 41%. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok milenial yang mencapai 40%.
Data tersebut menunjukkan bahwa emas bukan semata-mata instrumen yang dipertahankan oleh investor berusia lebih tua. Bagi sebagian investor muda dalam kelompok survei HSBC, emas telah menjadi bagian dari strategi pengelolaan kekayaan.
Namun, angka 41% perlu dibaca secara proporsional. Survei tersebut tidak menyasar seluruh Gen Z, melainkan investor berusia 21–69 tahun yang masuk kategori affluent dan high-net-worth.
Kelompok affluent dalam survei HSBC memiliki aset yang dapat diinvestasikan minimal USD100.000. Sementara itu, kelompok high-net-worth memiliki aset yang dapat diinvestasikan minimal USD2 juta.
Dengan karakteristik tersebut, responden survei HSBC tidak dapat dianggap mewakili kondisi finansial mayoritas Gen Z. Banyak anggota Gen Z secara umum masih berada pada tahap awal membangun pendapatan, dana darurat, serta portofolio investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 7Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 8Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag





