Akurat Logo

Rights Issue, Keluarga Prawirawidjaja Alihkan Kepemilikan di ULTJ ke Perusahaan Belanda

Yosi Winosa | 18 September 2026, 15:34 WIB
Rights Issue, Keluarga Prawirawidjaja Alihkan Kepemilikan di ULTJ ke Perusahaan Belanda
Deretan produk PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ)

AKURAT.CO PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue dengan menerbitkan hingga 7,88 miliar saham baru (nominal Rp50) pada harga pelaksanaan Rp2.150 per saham.

Dalam keterbukaan informasi BEI, disebutkan total nilai aksi korporasi ini mencapai sekitar Rp16,9 triliun. Nantinya, sekitar 86,01% dari dana yang diperoleh, atau senilai Rp14,57 triliun akan digunakan untuk mengambil alih 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) melalui skema setoran modal berupa saham (inbreng).

Untuk memperoleh restu para pemegang saham, rencana transaksi material dan rights issue ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada tanggal 27 Oktober 2026 mendatang.

Baca Juga: Dukung MBG, Kemenperin: Ultrajaya Investasi Rp1,1 Triliun Perkuat Pasokan Susu UHT

Pengurangan Kepemilikan & Pengalihan HMETD oleh Keluarga Prawirawidjaja

Pemegang saham pengendali saat ini (Sabana Prawirawidjaja/SPW), PT Prawirawidjaja Prakarsa (PPP), serta anggota keluarga/afiliasi Prawirawidjaja lainnya (SAP, SUP, NIS, LIM) tidak akan mengambil hak HMETD mereka.

Mereka justru akan mengalihkan seluruh hak HMETD milik mereka kepada para pemegang saham FFI, yaitu FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. (BWG), dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI).

Pengalihan ini mengakibatkan kepemilikan saham langsung keluarga Prawirawidjaja di ULTJ mengalami dilusi (persentase kepemilikan SPW turun) dari 53,17% menjadi 30,25%–32,19%).

Konsekuensinya, ada perubahan pengendali utama perseroan dimana nantinya FCIH (produsen olahan susu multinasional asal Belanda) akan menjadi pengendali baru ULTJ dengan kepemilikan hingga 30,81%.

Sesuai ketentuan POJK No. 9/2018, FCIH nantinya wajib melakukan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer) atas sisa saham publik ULTJ.

Sinergi Bisnis & Dampak Keuangan

Aksi korporasi ini akan menggabungkan lini produk unggulan Ultra Milk & Teh Kotak dengan produk Frisian Flag (SKM, susu bubuk, Friso).

Lalu memperkuat rantai pasok dan efisiensi operasional pabrik di Padalarang, Cikarang, dan Pasar Rebo. Secara konsolidasian proforma (per 31 Juli 2026), total aset ULTJ melonjak dari Rp9,15 triliun menjadi Rp30,73 triliun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.