Pendiri Beranda Ruang Diskusi Dorong Dialog dalam Penyelesaian BLBI

AKURAT.CO Penyelesaian kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dinilai perlu mengedepankan dialog tanpa mengurangi ketegasan penegakan hukum.
Pemerintah dinilai perlu memastikan setiap tagihan kepada obligor didasarkan pada data, dokumen, dan perhitungan yang akurat.
Pandangan itu disampaikan salah satu pendiri Beranda Ruang Diskusi, Dar Edi Yoga.
Menurutnya, Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), perlu membuka ruang dialog dengan para obligor untuk mengklarifikasi besaran tagihan dan memastikan proses penyelesaian berjalan transparan serta berkeadilan.
"Dialog bukan berarti melemahkan penegakan hukum atau menghapus kewajiban obligor. Justru dialog menjadi mekanisme untuk memastikan bahwa setiap tagihan benar-benar didasarkan pada data, dokumen, dan perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Dar Edi Yoga dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Ia menilai persoalan BLBI tidak dapat disamaratakan karena setiap obligor memiliki kondisi dan persoalan hukum yang berbeda.
Menurutnya, pemerintah perlu membedakan pihak yang sengaja menghindari kewajiban dengan mereka yang memiliki keberatan berdasarkan bukti dan argumentasi yang dapat diuji.
"Negara perlu membedakan antara mereka yang sengaja menghindari kewajiban dengan pihak yang memiliki keberatan berdasarkan bukti dan argumentasi yang dapat diuji. Pendekatan yang menyamaratakan semua obligor justru berpotensi mengabaikan rasa keadilan," katanya.
Dar Edi Yoga mengatakan, penyelesaian BLBI telah berlangsung lebih dari dua dekade dan melibatkan perubahan kebijakan, regulasi, serta institusi.
Kondisi tersebut, menurutnya, membuka kemungkinan adanya perbedaan interpretasi hukum atau ketidaksesuaian data yang perlu diverifikasi secara objektif.
Baca Juga: Kinerja Satgas BLBI Dinilai Lemah, Menkeu Siapkan Opsi Pembubaran
Ia menilai dialog dan proses klarifikasi justru dapat memperkuat posisi negara. Jika setelah verifikasi obligor terbukti memiliki kewajiban, pemerintah dapat menindaklanjutinya secara tegas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









