PANI Bidik Marketing Sales Rp4,3 Triliun, Andalkan Hunian Liveable di PIK2

AKURAT.CO PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menargetkan marketing sales sebesar Rp4,3 triliun pada 2026.
Target tersebut disusun dengan pendekatan konservatif dan prudent di tengah pasar properti yang masih bergerak dinamis.
Pada tahun ini, segmen residensial menjadi penopang utama penjualan.
Perseroan menilai daya tarik kawasan PIK2 sebagai hunian liveable dengan ekosistem terintegrasi masih terus menguat.
Di sisi lain, kaveling tanah komersial dan produk komersial lainnya tetap diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan.
Strategi ini mencerminkan upaya PANI menjaga keseimbangan antara penetrasi pasar hunian dan monetisasi kawasan terpadu.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, menegaskan, target yang ditetapkan telah melalui pertimbangan matang, terutama dengan memperhatikan dinamika global.
“Komposisi marketing sales kami susun dengan mencermati perkembangan geopolitik, sehingga prinsip kehati-hatian dan target yang realistis menjadi prioritas,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: CBDK Bidik Pra-Penjualan Rp563 Miliar, Genjot Monetisasi CBD PIK2
Meski berhati-hati, PANI tetap optimistis terhadap prospek kawasan PIK2. Pengembangan yang terus berjalan dinilai akan menciptakan nilai tambah baru bagi kawasan tersebut.
“Kehadiran fasilitas strategis seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE), serta konektivitas langsung ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan akses tol dalam maupun luar kota melalui Tol KATARAJA, akan semakin memperkuat daya tarik PIK2,” kata Sugianto.
Ia bahkan memproyeksikan PIK2 akan berkembang menjadi lebih dari sekadar kawasan properti.
“Kami melihat PIK2 berpotensi menjadi kota pesisir modern yang terintegrasi, sekaligus pusat aktivitas ekonomi baru yang berkelanjutan,” lanjutnya.
Optimisme tersebut ditopang oleh land bank seluas 1.838 hektare per akhir 2025.
Dengan cadangan lahan yang besar, perseroan memiliki fleksibilitas dalam mengatur peluncuran proyek sesuai kebutuhan pasar dan momentum pertumbuhan kawasan.
Di tengah tekanan eksternal, strategi PANI terlihat terukur.
Perseroan tidak hanya mengejar angka penjualan, tetapi juga menjaga ritme pengembangan PIK2 sebagai kawasan kota mandiri modern di pesisir utara Jakarta hingga Banten.
Baca Juga: Fenomena Wajah Kempot Usai Treatment Jadi Sorotan, Pendekatan Presisi Dinilai Kunci
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







