Berpengalaman Hadapi Krisis Energi, Ekonomi RI Tahan Banting Saat Harga Minyak Tinggi

AKURAT.CO Pemerintah menilai perekonomian Indonesia memiliki pengalaman menghadapi lonjakan harga minyak dunia yang ekstrem, bahkan hingga menyentuh USD150 per barel.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pengalaman tersebut menjadi referensi pemerintah dalam menyusun langkah antisipasi ketika pasar energi global kembali mengalami volatilitas.
Menurutnya, pada periode lonjakan harga minyak di masa lalu, ekonomi Indonesia memang mengalami perlambatan, namun tetap mampu bertahan tanpa mengalami kontraksi tajam.
Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Kenaikan BBM Jika Harga Minyak Tembus USD92
“Kita pernah lewati keadaan harga minyak sampai USD150 per barel, jatuh enggak ekonominya? Angkanya melambat tapi enggak jatuh,” kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan pengalaman tersebut menunjukkan struktur ekonomi nasional relatif memiliki daya tahan terhadap gejolak harga energi global, meskipun tetap menimbulkan tekanan terhadap fiskal negara.
Diketahui, harga minyak dunia merupakan salah satu variabel penting dalam penyusunan APBN karena berpengaruh langsung terhadap besaran subsidi dan kompensasi energi yang harus ditanggung pemerintah.
Berdasarkan simulasi pemerintah, tekanan terhadap APBN mulai meningkat apabila harga minyak rata-rata mencapai sekitar USD92 per barel dalam setahun.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Risiko Stagflasi Eropa Semakin Meningkat
Jika kondisi tersebut terjadi, defisit anggaran berpotensi melebar hingga 3,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Karena itu, pemerintah menyiapkan sejumlah opsi kebijakan untuk menjaga stabilitas fiskal, termasuk efisiensi belanja hingga penyesuaian kebijakan energi jika diperlukan.
Meski demikian, Purbaya menegaskan langkah seperti penyesuaian harga BBM hanya akan diambil jika tekanan terhadap APBN benar-benar tidak dapat ditahan melalui instrumen kebijakan lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia









