Efek Multiplier Jadi Andalan Pemerintah Genjot Kredit Awal 2026

AKURAT.CO Pemerintah memanfaatkan efek pengganda uang (money multiplier effect) sebagai strategi utama untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan pada awal 2026.
Tambahan likuiditas sebesar Rp76 triliun ditempatkan di bank-bank Himbara dan Bank Jakarta untuk memperkuat ruang ekspansi kredit.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan proses transmisi likuiditas ke sektor riil memang tidak terjadi seketika.
Baca Juga: INDEF: Dana Rp200 T Harus Efektif Dorong Kredit dan UMKM
Namun, pengalaman sebelumnya menunjukkan efek tersebut dapat mempercepat penyaluran kredit jika kondisi ekonomi mendukung.
“Transmisi butuh waktu, tapi tren akan terlihat lebih kuat dalam beberapa bulan ke depan. Dengan likuiditas yang cukup, multiplier effect akan mendorong kredit tumbuh lebih cepat,” ujarnya.
Perlambatan kredit yang turun dari 13% ke 7% dalam beberapa bulan terakhir dinilai sebagai dinamika jangka pendek akibat pertumbuhan uang beredar yang melemah. Untuk itu, pemerintah menambah penempatan dana untuk mendorong kembali pergerakan kredit.
Pemerintah sebelumnya telah menempatkan Rp200 triliun di perbankan, sedangkan penempatan terbaru Rp76 triliun dialokasikan masing-masing Rp25 triliun untuk BRI, Mandiri, dan BNI serta Rp1 triliun untuk Bank Jakarta.
Baca Juga: Stabilitas Fiskal Terjaga, Pemerintah Tekan Defisit dan Dorong Kredit
Di sisi lain, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2025 tetap stabil di 11,5%, menunjukkan likuiditas perbankan cukup terjaga. Meski demikian, kredit justru bergerak melambat menjadi 7,36% yoy.
Purbaya optimistis tambahan likuiditas yang masuk akan mempercepat penyaluran kredit mulai Desember, sebelum menguat lebih signifikan pada Januari 2026. “Ekonomi sudah mulai pulih di banyak sektor. Kredit akan mengikuti,” kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








