Akurat

Panin Sekuritas: Fundamental Ekonomi RI Kokoh Hadapi Tekanan Global

Hefriday | 28 Oktober 2025, 13:50 WIB
Panin Sekuritas: Fundamental Ekonomi RI Kokoh Hadapi Tekanan Global

AKURAT.CO Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, Tim Riset Panin Sekuritas menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kokoh dan berpotensi melanjutkan tren positif pada kuartal IV 2025.

Stabilitas makroekonomi dan disiplin kebijakan fiskal menjadi penopang utama daya tahan ekonomi nasional.

Kepala Riset Panin Sekuritas, Nico Laurens, mengatakan bahwa kombinasi antara stabilitas moneter, disiplin fiskal, dan kepercayaan investor di pasar surat utang membuat perekonomian Indonesia tetap tangguh menghadapi tekanan global.

“Dengan inflasi yang terkendali dan risiko eksternal yang termitigasi, perekonomian nasional diproyeksikan melanjutkan tren positif meski ketidakpastian global masih tinggi,” ujar Nico dalam riset yang dirilis di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Baca Juga: Kolaborasi BEI, MNC Sekuritas dan IAIN Kendari Pecahkan Dua Rekor MURI Sekaligus

Nico menjelaskan, indikator fundamental makro Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid, tercermin dari pasar obligasi domestik yang relatif stabil.

Meski yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun naik tipis ke 5,99% dari 5,92% pada pekan sebelumnya, Credit Default Swap (CDS) Indonesia justru turun ke 80,44 basis poin (bps) dari 81,78 bps, menandakan persepsi risiko negara tetap terkendali.

Menurutnya, penurunan CDS menjadi sinyal kuat bahwa investor global masih menilai risiko Indonesia rendah, di tengah gejolak pasar internasional dan ketegangan geopolitik yang belum mereda.

Dari sisi eksternal, pasar global kini mencermati rencana pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis poin, serta pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.

“Pasar cenderung wait and see, menunggu arah kebijakan The Fed serta hasil negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China,” ujar Nico.

Dirinya memperkirakan, pembicaraan dua pemimpin negara tersebut akan mencakup penghapusan ancaman tarif 100% terhadap impor China dan penundaan kebijakan restriksi ekspor logam tanah jarang, yang sebelumnya menekan rantai pasok global.

Sementara dari dalam negeri, aktivitas pendanaan pemerintah dan korporasi masih cukup dinamis. Kementerian Keuangan menargetkan lelang Surat Utang Negara (SUN) senilai Rp7 triliun pada 28 Oktober 2025 untuk mendukung pembiayaan APBN dan memperkuat cadangan likuiditas.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Masih DIliputi Ketidakpastian, Inilah Rekomendasi Saham dari Mirae Asset Sekuritas

Sejumlah perusahaan besar juga aktif di pasar obligasi. PT Pegadaian menerbitkan obligasi dan sukuk sosial senilai Rp4,77 triliun, sedangkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyiapkan penerbitan obligasi Rp2 triliun.

Selain itu, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menawarkan obligasi dengan nilai Rp1,05 triliun dan kupon tetap 8% per tahun.

Menurut Nico, aktivitas pendanaan yang tetap bergairah menunjukkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, sekaligus menjadi bukti bahwa sektor keuangan nasional masih berfungsi efektif di tengah tekanan global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi